logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 PANTURA
Line

Polresta Tangkap Pencuri di Perumahan

  • Dua Tersangka Buron

PEKALONGAN - Kerja keras Tim Resmob Polresta Pekalongan mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di daerahnya ternyata tidak sia-sia. Pada kemarin siang (22/12) mereka berhasil menangkap HR (40), salah satu pencuri di rumah Heru (35), warga Perumahan Griya Medono. Dua pelaku lainnya, yakni S dan R, sampai kini buron.

Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Edy Suyanto melalui Kasatreskrim AKP Umar Sanusi mengungkapkan, pencurian itu terjadi pada bulan lalu sebelum Lebaran. Saat itu pencuri mengambil uang tunai, perhiasan yang disimpan di almari, dan BPKB mobil Daihatsu Expass G-7764-BA.

''Karena saat itu rumah kosong, pencuri bebas mengambil semua barang berharga di rumah korban (Heru-Red),'' ujar Umar Sanusi di ruang kerjanya.

Setelah diselidiki sekitar satu bulan, ujar dia, anggota Resmob melihat mobil curian tersebut di Kota Pekalongan. Selanjutnya, anggota itu menghubungi Polresta dan menanyakan data untuk mencocokkan apakah mobil tersebut yang sedang dicari. Setelah diteliti, ternyata memang benar nomor polisi dan jenis mobil tersebut sesuai dengan data di kepolisian.

Selanjutnya mereka menghubungi pemilik mobil itu dan meminta keterangan mengenai keberadaan mobil tersebut. Dari keterangan pemilik mobil tersebut diketahui bahwa dia membelinya di sebuah dealer mobil di Kota Semarang. ''Karyawan dealer dan pemilik mobil tidak mengetahui bahwa mobil tersebut curian,'' tandas dia.

Lebih jauh Umar menjelaskan, dari pengembangan kasus itu diketahui, pencuri tersebut berada di Demak. Saat itu juga dia mengirimkan anggotanya ke Demak untuk melakukan penyergapan. Dalam penyergapan itu mereka hanya berhasil menangkap HR di tempat kerjanya. Dua pelaku yang lain belum tertangkap. ''Kami masih mengejar tersangka S dan R yang melarikan diri dari kejaran anggota kami,'' ujar Umar.

Menurut dia, diperkirakan para pelaku tersebut mempunyai jaringan kuat sebagai spesialis pencuri di rumah kosong. Sebab, dari beberapa orang yang dicurigai, hampir semua pelakunya warga luar Kota Pekalongan. Tidak mungkin mereka berada di Kota Batik tanpa bantuan rekan atau jaringan di daerah tersebut.

Dengan adanya pencurian itu, Umar mengimbau kepada warga agar jangan membiarkan rumah dalam keadaan kosong. Sebab, jaringan pencuri tersebut sebelum beraksi selalu mengintai rumah calon korbannya dengan cermat. Karena itu, jika ingin meninggalkan rumah lama harus ada orang yang menjaganya. (H4-34e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA