logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 PANTURA
Line

Sosialisasi Masih Belum Merata

BATANG - Sebenarnya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang sudah berulang-ulang menyosialisikan kepada nelayan tentang keamanan saat melaut. Kegiatan itu berisi panduan ataupun informasi daerah-daerah yang tidak boleh diambil ikannya.

Akan tetapi, karena banyaknya nelayan dan keterbatasan waktu sehingga belum semua nelayan tersentuh informasi. Akibatnya, masih sering dijumpai ada nelayan yang tertangkap karena masuk daerah cagar budaya yang dilindungi. Salah satunya seperti yang dialami Waryadi.

Berkaitan dengan kasus itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Wardoyo SH sudah mengambil langkah-langkah koordinasi. Salah satu di antaranya adalah menugasi Kasubdin Kelautan Drs Retno Dwi Irianto MM untuk membina para nelayan.

Langkah pertama yang sudah dilakukan antara lain mengadakan kontak pendekatan dengan instansi terkait, seperti menghubungi keluarga, Kepala Kantor Kelurahan Karangasem Selatan, dan pemilik kapal.

"Kami sebenarnya sudah berulang-ulang mengingatkan nelayan untuk berdisiplin terutama ketika mencari ikan di laut. Setiap ada pertemuan, masalah itu selalu kami sampaikan," tegas Retno.

Dia juga menekankan, para ABK atau nelayan hendaknya memperhatikan pentingnya kedisiplinan dan mematuhi rambu-rambu di laut. "Karena kasus ini (nelayan tertangkap di Karimunjawa sudah kali kedua, kali pertama pada 2002 di lokasi yang sama-Red), kami juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait secepat mungkin," papar dia yang juga dosen Fakultas Perikanan Unikal itu.

Melengkapi Dokumen

Selain itu, lanjut dia, nelayan agar selalu melengkapi dokumen kapal, SIUP/SPI, dan SKIK. Perlu pula pengecekan ulang, apakah surat perizinan itu masih berlaku atau tidak.

"Bila sudah mati supaya diaktifkan karena sekarang cepat dan mudah pengurusannya. Ini semua demi kelancaran nelayan yang melaut."

Secara institusi, pihaknya akan segera mengumpulkan para nakhoda untuk pembina lebih intensif menyangkut kedisiplinan. Kegiatan itu akan dilakukan dengan mengajak HNSI, TNI Angkatan Laut, dan Kantor Pelabuhan (Syahbandar).

Retno mengemukakan akan pentingnya alat komunikasi di kapal agar segera dilengkapi karena akan mempercepat informasi dan laporan apabila terjadi sesuatu yang menimpa nelayan saat melaut..(ar-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA