| Kamis, 23 Desember 2004 | PANTURA |
Objek Wisata Pemandian Air Panas Tirta HusadaMandi Lebih dari Sepuluh Menit BerbahayaMBAH Raksa Wijaya kebingungan. Sudah dua bulan terakhir kerbau miliknya raib. Dalam upaya pencarian, pergilah dia ke hutan belantara. Setelah berminggu-mingu menyusuri semak belukar, usaha Mbah Raksa menemui titik terang. Di sebuah kubangan, dia melihat kerbau-kerbau miliknya sedang berendam. Ketika dia menghampiri kerbau itu, tangannya pun menyentuh air dalam kubangan. Mendadak dia kaget saat merasakan air panas dalam kubangan. Seketika dari mulut Mbah Raksa terlontar kata Cipanas yang berarti air panas. Cerita penemuan sumber air panas oleh Mbah Raksa pada tahun 1837 itu diyakini masyarakat dan menyebar ke seluruh perkampungan. Lokasi yang kini bernama objek wisata Cipanas Tirta Husada Paguyangan itu sekarang ramai dikunjungi warga. Dua abad berlalu. Daya tarik pemandian air panas Tirta Husada masih belum lekang. Atas inisiatif pimpinan daerah, pada 1976 lokasi itu dikembangkan menjadi objek wisata bernama Tirta Husada. "Tirta artinya air, sedangkan Husada adalah penyembuhan," tutur Ahmad (40), pengelola objek wisata itu. Lokasi Tirta Husada dari pusat Kota Bumiayu berjarak 12 km. Dari utara, pengunjung dapat menyusuri jalur Tegal-Purwokerto hingga perlintasan kereta api Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan. Sebelum menyeberang rel, untuk ke lokasi objek wisata Tirta Husada harus belok ke kiri melewati Desa Pakujati. Setelah menempuh jarak sekitar lima kilometer, sampailah di lokasi tersebut. Dibanding dengan objek wisata air panas lain di Brebes, Tirta Husada terbilang lebih alamiah. Di belakang lokasi, terbentang luas pemandangan hutan pinus sepanjang lereng pegunungan. Untuk memasuki tempat pemandian, setiap pengunjung harus membayar retribusi Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.500 untuk anak-anak. Di objek wisata Tirta Husada terdapat sembilan kamar pemandian panas dan dua kamar VIP. Semuanya didesain dengan model terbaru berbentuk bathtub dengan penerangan remang-remang layaknya ruang mandi hotel berbintang. Di samping itu, disediakan pula kolam renang anak-anak, gazebo untuk bersantai, mushala, dan kamar penginapan bagi tamu dari luar daerah. Satu lagi, di dekat lokasi wisata itu kini telah berdiri sebuah rumah makan lesehan bagi pengunjung. Yang perlu diperhatikan, mandi di Tirta Husada tidak boleh melebihi 10 menit. Menurut keterangan pengelola setempat, zat belerang dalam kandungan air di dalam ruang dapat membuat kesadaran hilang. "Kalau tidak segera keluar, bisa-bisa nyawa melayang," ujar Ahmad. Selain itu, sebelum mandi, terlebih dulu harus mendiamkan air dalam bathtub sekitar seperempat jam. Tujuannya untuk menurunkan suhu air dari sekitar 60 derajat Celcius hingga ke suhu normal. Seperti halnya tempat wisata lain, Tirta Husada juga menyimpan cerita mistik. Konon salah satu sumber air panas yang berderajat paling tinggi dihuni oleh makhluk gaib bernama Mbah Sapu Angin. Keberadaan penunggu itu memang tidak dapat dibuktikan secara nyata. Namun jika memiliki ketajaman indera, diyakini akan merasakan sesuatu yang berbeda di sekitar sumber air panas itu. Bahkan, bagi orang-orang tertentu, tempat itu bisa digunakan untuk memperoleh petunjuk tentang sesuatu hal yang belum terjadi. Dalam istilah Jawa, kemampuan yang dimaksud adalah weruh sadurunge winarah (tahu sebelum terjadi). (Suwandono-90n) |