logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 PANTURA
Line

Kecewa soal Raskin

Pemkab Digeruduk Pendemo

PEMALANG - Ratusan warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang dan sejumlah penduduk lain mengadakan aksi demo di depan kantor Bupati kemarin.

Mereka menyuarakan berbagai persoalan. Antara lain soal jatah beras miskin (raskin), pajak penerangan jalan umum (PPJU), dan pengadaan buku SD.

Aksi dimulai dari Lapangan Mulyoharjo di Jalan Pemuda. Sekitar pukul 10.00 ratusan pendemo menggunakan lima truk datang. Mereka kemudian bergabung dengan kelompok lain yang sudah ada di tempat itu.

Dengan begitu, ada tiga elemen yang melakukan aksi, yakni Perhimpunan Studi Sosial dan Ekonomi Kerakyatan (PS2EK), Komite Rakyat Pemalang (Korp), dan Forum Komunikasi Masyarakat Kendaldoyong (FKMK).

Menurut Heru Supeno dari PS2EK, aksi itu dilatarbelakangi oleh beberapa persoalan publik yang harus menjadi perhatian Pemkab.

Misalnya, kasus pengadaan buku dengan dana Rp 2,6 miliar yang dilakukan tanpa tender terbuka. Juga proyek penerangan jalan yang tidak transparan, termasuk PPJU.

"Persoalan-persoalan itu harus diperhatikan Pemkab. Banwas harus berani memeriksa, terutama kasus-kasus korupsi" kata Heru.

Berjalan Kaki

Dari Lapangan Mulyoharjo para pengunjuk rasa berjalan kaki ke utara melewati Jalan Pemuda.

Di depan kantor Kejaksaan Negeri rombongan berhenti sejenak dan berorasi. Hal yang sama juga dilakukan di depan kantor Unit Pelayanan dan Jaringan (UPJ) PLN.

Dari Jalan Pemuda rombongan belok ke Jalan Sindoro menuju alun-alun kemudian ke kantor Bupati. Namun, mereka tidak bisa masuk ke halaman karena diadang oleh polisi dan petugas Satpol PP. Pintu gerbang Kabupaten ditutup rapat.

Pengunjuk rasa akhirnya ditemui Sekretaris Banwas Sukarono SIP di depan pintu gerbang. Menurutnya, semua persoalan yang disampaikan pengunjuk rasa akan ditampung dan disampaikan kepada pimpinan. Pihaknya meminta waktu sela tujuh hari untuk memulai memeriksa kasus-kasus tersebut.

Pernyataan itu disambut baik oleh pengunjuk rasa. Mereka mengancam akan datang ke kabupaten lagi dengan massa lebih banyak bila aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti. (sf-34e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA