logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

PT Pos Indonesia soal Pos di Cilongok

Kami terima kasih kepada Bapak yang memberi respon terhadap layanan PT Pos Indonesia khususnya layanan di Kantos Pos Cilongok Cilacap (Suara Merdeka 17 Desember 2004). Kami jelaskan, tanggal 18 Desember 2004 petugas kami telah datang menemui Bapak Waluyo Sudarsono dan Bapak Soemeri Al Ahmad Soemeri (pensiunan Taspen nopen 08000334800).

Kami menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi. Setelah menerima penjelasan prosedur dan tata cara pembayaran pensiun, maka Bapak Waluyo Sudarsono telah memahami dan menyatakan persoalan ini sudah selesai.

Pembayaran uang pensiun dengan surat kuasa hendaknya menggunakan surat kuasa sebagaimana formulir yang diterbitkan oleh PT Taspen (Persero). Untuk para pensiun yang tidak dapat mengambil uang pensiun di kantor Pos, kami juga melayani pengantaran pembayaran uang pensiun ke rumah. Terhadap layanan ini dikenakan bea antar.

Ferri Wasdika SE

Kakan Pos Purwokerto

***

Tanggapan soal Ngomongnya Telkom

Menanggapi Surat Pembaca 18 Desember 2004 dari Bp Samudra Wasesa tentang ''Ngomongnya Telkom'', sebelumnya kami mohon maaf bila ternyata informasi pengumuman hasil Undian Ngomong Murah Dapat Hadiah Tahap I tersebut belum sampai kepada Bapak.

Kami sampaikan saat pelaksanaan penarikan undian, bahwa pemenang akan diumumkan di Suara Merdeka, Kompas edisi Jateng tanggal 6 November 2004, serta melalui Radio MTV Sky, RRI Semarang pada minggu yang sama. Begitu juga lewat pengumuman yang kami tempel di Kantor Pelayanan seluruh Kandatel Semarang..

Bila Bapak memerlukan tambahan informasi tentang program tersebut, dapat menghubungi kami di Purel Kandatel Semarang Telepon (024) 8304000. Atas kepercayaan serta masukannya demi perbaikan pelayanan PT Telkom, kami ucapkan terima kasih.

Jon S Sofyan SE

Sekpurel Kandatel SM

***

Kenaikan BBM

Sebagai wong cilik saya sangat risau dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM di awal tahun depan. Kita sama-sama tahu kenaikan yang rencananya sebesar 40 % itu meski dapat mengimbangi harga minyak di pasaran dunia, namun dampaknya amat luas dan pasti memicu kenaikan harga barang serta kebutuhan pokok.

Hal ini terasa sangat memberatkan. Untuk itu alangkah bijaksana bila pemerintah baru dapat meninjau ulang atau paling tidak menunda kenaikan BBM sampai rakyat siap. Jalan satu-satunya memperbesar subsidi BBM, sedang sumber dananya terserah ubete pemerintah.

Ada satu sumber dana yang bila dilaksanakan bisa menjadi andil besar yaitu mengumpulkan duit rakyat yang dikorupsi baik yang disita atau yang dikembalikan (seperti saran KP2KKN) oleh para bekas pejabat dan bekas anggota DPR di tiap-tiap daerah. Demikian suara hati wong cilik yang selalu mengharap pemerintah selalu berpihak pada rakyat kecil.

S Bandono

Karangjati Rt 4/RW 3, Ungaran 50552

***

Kembang Setaman Beracun di Tegal

Sungguh tragis nasib warga Kabupaten Tegal yang harus menemui ajal secara mengenaskan setelah minum ramuan kembang setaman dari seorang dukun bernama Iskandar. Mereka hanya ingin mengubah nasib dari miskin menjadi hidup layak.

Itu merupakan realita masyarakat yang masih percaya terhadap keajaiban tentang uang yang berlipat ganda tanpa kerja keras. Saya sungguh prihatin mengenai hal ini, padahal bila masyarakat tahu banyak lembaga sosial yang peduli terhadap kaum ekonomi lemah, kemungkinan hidupnya bisa berubah.

Seperti yayasan Amanah Umat dan yayasan Dompet Dhuafa yang sering membantu kaum dhuafa. Terlebih lagi lembaga sosial kemanusiaan yang biasanya hanya diketahui oleh kalangan LSM tertentu. Contohnya Novib, Care, Oxfam. Asia Foundation dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang membantu memberikan dana secara hibah atau cuma-cuma kepada masyarakat.

Saya memiliki informasi tentang lembaga tersebut baik prosedur maupun cara pembuatan proposal pengajuannya.

Rohaningsih

Sidomulyo 256 Rt.6/Rw 2 Lebakbarang, Pekalongan

***

Manfaat Hijau Daun untuk Pengobatan

Sejak dulu orang tua selalu menganjurkan kita makan sayuran hijau tanpa tahu pasti apa sebabnya. Setelah membaca tulisan di Suara Merdekabeberapa waktu lalu berjudul ''Klorofil sebagai Obat Alami'', saya membuktikan sendiri. Sedikit demi sedikit saya mulai memahami alasannya. Ternyata yang kita butuhkan dalam jumlah banyak dari sayuran adalah zat hijau daunnya atau klorofil.

Setelah mencari selama 1 bulan, saya menemukan agen yang memasarkan klorofil dalam bentuk ekstrak buatan Amerika, namanya Liquid Chlorophyll.

Berbentuk cairan hijau, rasanya tawar dengan aroma khas daun mint. Satu hal yang membuat saya lebih tertarik, karena harganya yang relatif terjangkau. Bisa dimengerti karena klorofil ini bahan bakunya melimpah sekali di alam. Saya mengkonsumsi karena menderita gejala liver termasuk ayah mertua bertahun-tahun menderita asam urat dan darah tinggi.

Ternyata, khasiatnya bagus. Setelah minum rutin selama 1 minggu nilai SGPT dan SGOT kembali normal. Nyeri di pinggang dan persendian yang diderita oleh ayah mertua, sekarang juga tidak terasa lagi. Begitu juga dengan sesak napas yang diderita sebagai akibat komplikasi dari darah tingginya.

Demikian pengalaman saya, semoga bisa menjadi tambahan informasi bagi para pembaca yang sedang mencari pengobatan alternatif.

Y Tory Nusantoro

Jl Erowati Raya 14, Semarang

***

Tanggapan atas Artikel Drs Darmadi

Tidak berlebihan kalau terasa seperti ada angin segar membaca tulisan Drs Darmadi mengenai kesetiakawanan sosial. Semoga kesetiakawanan sosial yang selama ini didengungkan, bukan hanya slogan semata. Begitu sulitkah orang dapat memiliki kesetiakawanan sosial/kepedulian sosial ?

Sudah selayaknya setiap orang ikut peduli terhadap keberadaan orang lain, dapat merasakan penderitaan orang lain, saling menolong tanpa memikirkan diri sendiri. Juga selalu bersedia menjadi other people's shoes sebagai perwujudan pelayanan terhadap sesama secara nyata.

Alangkah indahnya bila makin banyak orang yang bersedia mengembangkan kepedulian sosialnya, paling tidak dapat dimulai dari lingkungan kecilnya demi terwujudnya kesejahteraan yang sudah seharusnya merupakan tanggung jawab kita bersama.

Mungkin dapat jadi bahan renungan: ''Pada akhir kehidupan kita tidak diadili dengan berapa banyak ijazah yang kita raih, berapa banyak uang yang kita peroleh dan berapa banyak hal-hal besar yang telah kita lakukan''. Kita akan diadili dengan : ''Aku lapar dan kamu memberi aku makan, aku telanjang dan kamu memberi aku pakaian, aku tak punya rumah dan kamu memberi aku tumpangan''.

Maka pada akhirnya kita perlu mengamati kedua tangan kita dan bertanya pada malam hari menjelang tidur ''Apa yang telah kuperbuat karena/untuk/bersama Allah pada hari ini. Inilah pemeriksaan hati nurani yang terbaik (Ibu Theresa). Bravo Drs Darmadi.

Irsanya Soegondo SPsi

Jl Sanggung Barat I/154 Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA