logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 NASIONAL
Line

X- Ray Macet, Panitia Haji Kebingungan

BOYOLALI - Di tengah kesibukan PPIH menerima jamaah haji, sebagian petugas berupaya memperbaiki peralatan X-ray di Gedung Muzdalifah. Peralatan untuk mengecek tas tentengan jamaah haji tersebut rusak saat pemberangkatan kloter 7, dini hari kemarin.

Sesuai dengan aturan, sebelum diberangkatkan dengan bus khusus ke bandara Adi Sumarmo, jamaah haji mendapatkan pengarahan di Gedung Muzdalifah. Seperti kloter sebelumnya, sejak pukul 24.00, 399 jamaah haji asal Klaten memasuki Gedung Muzdalifah untuk persiapan. Saat masuk ke gedung tersebut, petugas memeriksa tas tentengan milik jamaah.

Namun ternyata alat deteksi macet. Sejumlah teknisi langsung dikerahkan untuk memperbaiki, tetapi gagal. Untuk menyingkat waktu, pemeriksaan tas dilakukan di Gedung Jeddah.

''Ya mau bagaimana lagi, namanya kerusakan dan tidak disengaja. Beruntung, kejadian tersebut tidak memengaruhi jadwal pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci,'' papar Kabid Penerimaan dan Pemberangkatan, Drs Bukhori Muslim.

Dijelaskannya, kerusakan X-ray tersebut merupakan kejadian unik. Sebab, sejak 7 tahun terakhir baru kali ini terjadi kerusakan. Bahkan kerusakan baru diketahui oleh Tim Garuda saat hendak digunakan.

''Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Garuda. Ternyata, pagi ini (kemarin-Red) sudah didatangkan teknisi khusus untuk memperbaiki alat itu. Untung, pemberangkatan berikut dijadwalkan pukul 23.00 sehingga ada waktu untuk melakukan perbaikan.''

Sementara itu, Budi, teknisi yang didatangkan Garuda mengakui X-ray mengalami gangguan. Namun, lanjut dia, setelah dicek secara menyeluruh ternyata alat itu tidak rusak. Gangguan terjadi karena kabel bersinggungan sehingga korslet. Akibatnya, peralatan pendeteksi tidak bisa dijalankan.

''Sudah saya cek, kabel yang bersinggungan sudah dipisahkan. Saya jamin, X-ray dapat digunakan lagi untuk mendeteksi tas tentengan jamaah haji.''

Petugas juga dikagetkan oleh kedatangan 92 jamaah haji asal Jepara. Bagaimana tidak. Jamaah yang masuk kloter 8 tersebut seharusnya masuk asrama pada pukul 07.00, tetapi ternyata sudah sampai pada pukul 03.00. Para jamaah pun terpaksa menunggu hingga pukul 07.00 sesuai dengan jadwal masuk asrama.

Seorang jamaah, Nurohmat menyatakan, keberangkatan mereka dari daerah asal sengaja dilakukan lebih awal.

''Seharusnya kami berangkat dari pendapa kabupaten pukul 04.00. Agar para keluarga jamaah yang mengantar tidak terlalu lama menunggu, keberangkatan dimajukan pada pukul 24.00. (G10-58m)

Jadwal Keberangkatan

Kamis, 23 Desember 2004

Kloter 9, sebanyak 230 jamaah asal Kota Salatiga, 170 jamaah asal Kota Surakarta, pukul 02.00

Kloter 10, sebanyak 400 jamaah asal DIY, pukul 05.00

Jumat, 24 Desember 2004

Kloter 11, sebanyak 400 jamaah asal Kab Rembang, pukul 07.00

Kloter 12, sebanyak 400 jamaah asal DIY, pukul 09.45


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA