| Kamis, 23 Desember 2004 | NASIONAL |
Kantor BSS DirusakPURBALINGGA- Kantor Bermitra Sejahterakan Semua (BSS), sebuah lembaga yang menghimpun dana masyarakat di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Purbalingga dirusak massa tak dikenal, Selasa (21/12) malam. Massa juga menjarah warung milik mertua Budi Nedyo, pengelola BSS. Latar belakang aksi perusakan itu diduga akibat keresahan warga terhadap kegiatan lembaga yang diketahui menghimpun dana masyarakat itu. Camat Rembang Drs Edy Suyanto yang ditemui Rabu (22/12) membenarkan adanya aksi perusakan oleh massa tak dikenal. Menurut dia, massa tersebut diduga nasabah yang merasa dirugikan. Mereka melempari kantor BSS dengan batu. Malam sebelumnya, juga ada massa tak dikenal mencabuti semua spanduk dan atribut BSS. Mereka sempat membakar ban bekas di depan kantor tersebut. Namun aksi tidak berlanjut karena polisi datang ke lokasi. Edy mengatakan, kasus itu sudah ditangani polsek. Pihak kecamatan sudah mencium ketidakberesan BSS yang menjanjikan usaha dengan bunga sangat tinggi. Lembaga yang belum genap setengah tahun berdiri ini diperkirakan telah mempunyai 8.000 nasabah dari Purbalingga hingga luar kota. "Sebagai camat saya berusaha membina warga. Karena itu keberadaan BSS kami laporkan secara resmi kepada Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko MSi," kata Edy. Kapolres AKBP Drs Raja Haryono SH di sela-sela festival buah dan sayuran di halaman parkir Pemkab Purbalingga, Rabu (22/12) tidak bersedia memberikan komentar. "Ini kan lagi festival buah. Jangan tanya itulah. Yang lain saja," katanya. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Ipda Suyoko Rabu (22/12) petang mengakui perusakan kantor BSS di Desa Losari itu. Namun dia menolak menjelaskan lebih jauh. Dia meminta Suara Merdeka bertanya langsung kepada kapolres. Menurut keterangan, BSS menerapkan sistem multilevel marketing. (F10-83i) |