logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 NASIONAL
Line

RI-Timor Leste Bentuk Komisi Bersama

NEW YORK - Indonesia dan Timor Leste mengumumkan rencana membentuk satu komisi bersama bersejarah. Komisi tersebut bertugas membahas pertikaian masa lalu dan menyelesaikan insiden pada 1999..

Mereka mengatakan, inisiatif tersebut dapat membuat rencana Sekjen PBB Kofi Annan untuk membentuk sebuah komite, menjadi tak lagi relevan.

Sebelumnya, Annan berencana membentuk komite yang terdiri para pakar untuk memeriksa apakah keadilan telah dijalankan dalam kasus Dili, yang menyebabkan 1.000 orang tewas.

Menlu RI Hassan Wirajuda dan Menlu Timor Leste Jose Ramos-Horta mengatakan, mereka telah mengumumkan rencana tersebut, yang dirancang oleh presiden mereka, dalam suatu pertemuan dengan Annan, Selasa lalu.

''Ini merupakan inisiatif yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan internasional. Tidak pernah ada upaya seperti itu yang melibatkan dua negara,'' kata Ramos-Horta, dalam suatu konferensi pers bersama Wirajuda.

''Kami berharap dan menginginkan inisiatif ini akan menyelesaikan semua isu yang tertunda, seperti insiden pada 1999,'' katanya.

Kelompok milisi melakukan kampanye intimidasi sebelum dan setelah referendum yang diselenggaraan PBB pada Agustus 1999.

Dalam referendum itu, mayoritas rakyat Timor Leste memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Merupakan Alternatif

Keputusan untuk membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan diambil ketika Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao bertemu di Bali pada 14 Desember lalu, kata kedua menlu tersebut.

Wirajuda mengatakan, ''Komisi ini merupakan alternatif terhadap rencana membentuk komite para pakar yang diusulkan Sekjen PBB''.

Kedua menlu itu mengatakan, Annan belum mengisyaratkan apakah dia akan melanjutkan rencananya untuk membentuk komisi pakar tersebut.

''Dia mungkin mempertimbangkan bahwa rencananya menjadi berlebihan. Namun jika dia memutuskan untuk melanjutkan rencana itu, kami harus mempelajari ketentuan-ketentuannya,'' kata Ramos-Horta.

Kedua menlu itu menyerukan masyarakat internasional untuk membantu pembentukan komisi tersebut.

Terlebih saat ini negara mereka bertekad untuk memperbaiki hubungan dan berusaha meninggalkan pertumpahan darah pada masa lalu.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA