logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 MURIA
Line

Gedung SDN 6 Panggang Nyaris Ambruk

JEPARA - Musim hujan tiba. Bagi sebagian warga ada yang khawatir terkena banjir, ataupun terkena tiupan angin lisus yang dapat memporak - porandakan tempat tinggal. Perasaan serupa dialami wali murid dan guru SD Negeri 6 Panggang, Kecamatan Kota Jepara.

Kondisi gedung SD yang sudah sangat rapuh dan nyaris ambruk selalu mendatangkan perasaan was-was. Sebab, bangunan yang kokoh saja bisa ambruk tersapu hujan deras dan angin kencang, apalagi gedung tua yang bagian atapnya sudah rapuh. Jika tidak disangga dengan bambu, kap (kuda-kuda) atap sudah sejak dulu ambruk.

''Dua anak saya sekolah di sini. Siapa yang tidak was-was melihat gedung yang hampir ambruk begini. Kalau pas sedang belajar dan terjadi musibah atap ambruk, siapa yang bertanggung jawab,'' tukas Soni, salah seorang anggota Komite Sekolah SDN 6, kemarin.

Hal senada disampaikan Zainal Marlis. Setiap mengantar anaknya sekolah, selalu timbul perasaan khawatir. ''Bagaimana tidak khawatir, melihat gedung yang nyaris ambruk masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,'' ucap Marlis yang anak sulungnya duduk di kelas III.

Makanya, kata Soni, perhatian pemerintah daerah kepada para siswa yang belajar di tempat yang mengenaskan jangan menunggu setelah terjadi musibah. Dia mengaku, sudah lama mendengar kabar SDN 6 Panggang akan dibangun kembali (renovasi), namun hingga akhir 2004 ini belum terwujud.

''Terakhir kami dengar akan dibangun tahun 2005, semoga saja kali ini tidak meleset. Sebab kami dengar Bupati dan Kepala Dinas P dan K juga sudah meninjau langsung,'' tukasnya.

Tertutup SD Megah

Letak SDN 6 Pangang hanya sekitar 400 meter di sebelah selatan Pendapa Kabupaten Jepara. Jika tidak melihat ke dalam secara langsung, orang tidak akan mengira gedung SDN 6 keadannya kumuh dan nyaris ambruk. Sebab, lokasi berada satu kompleks dengan sekolah favorit, SDN 1 Panggang yang memiliki gedung megah bertingkat.

Menurut Kepala Bidang TK/SD Dinas P dan K Kabupaten Jepara Drs Munaji, saat ini di Kabupaten Jepara terdapat 219 gedung SD/MI yang rusak, 55 diantaranya rusak berat. Pemerintah Kabupaten Jepara dalam tahun anggaran 2005 merencanakan perbaikan sebanyak 57 SD/MI. Dengan perincian, 17 untuk rehab berat, dan 40 rehab ringan.

Jumlah bangunan sekolah yang rusak hampir sepertiga dari total jumlah SD/MI di Kabupaten Jepara yang mencapai 754 buah, dengan perincian 603 SD dan 151 MI. Dikatakan, pada anggaran tahun 2005 untuk rehab berat SD/MI direncanakan Rp 1,74 miliar, dan rehab ringan Rp 4,1 miliar.

Alokasi bantuan dana rehab berat untuk 17 SD/MI. Tiap sekolah akan mendapat dana sekitar Rp 100 juta. Bagi sekolah yang mengalami kerusakan mencapai 6 lokal kelas, perbaikan diprioritaskan untuk bagian atap. (kar-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA