logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 MURIA
Line

Warga Tunggulsari Ngungsi ke Mapolres

  • Gara-gara Ikan Bandeng

PATI - Sebanyak tujuh keluarga yang terdiri atas 25 orang, warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati, Selasa (21/12) lalu, sekitar pukul 16.00 mengungsi ke Mapolres.

Selain laki-laki dan perempuan dewasa, di antaranya terdapat pula anak-anak, bahkan seorang balita pun diajak serta. Upaya untuk mengungsi itu terpaksa dilakukan, kata salah seorang di antara mereka, Ny Sujomo, karena di desa tempat tinggalnya keselamatan mereka terancam oleh kelompok Suhadak, warga Desa Jepatlor, tetangga mereka. Pasalnya, kata wanita itu lebih lanjut, sejak beberapa hari terakhir, ada sekelompok pengendara sepeda motor yang sengaja ngluruk ke desanya.

Dengan membawa senjata pedang, kelompok itu menantang setiap keluarga Kepala Desa (Kades) Tunggulsari, Rasiman. Adapun yang menjadi sasaran utama kelompok itu adalah anak Ny Sujomo, Sujarwo. ''Namun apa yang menjadi penyebab perselisihan antara anak kami dan kelompok itu, kami tidak mengetahui secara pasti,'' ujar wanita yang masih kerabat dekat Kades Tunggulsari itu.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sebelum sejumlah warga itu mengungsi, tepatnya Selasa (14/12), kurang lebih pukul 16.00, telah terjadi peselisihan antara Sujarwo dan Suhadak. Penyebabnya, ketika Sujarwo bersama Kasnawi berada di tambak, datang Suhadak minta ikan bandeng.

Oleh kedua orang itu, Suhadak diberi ikan bandeng delapan ekor. Karena merasa kurang, dia memaksa sehingga timbul perselisihan di antara mereka. Saat itu Suhadak meninggalkan tempat tersebut dan ternyata memberi tahu salah sorang adiknya, Ashar.

Bersama sejumlah temannya, Ashar ngluruk ke tempat Sujarwo sehingga terjadilah perkelahian yang menyebabkan Ashar menderita luka di bagian kepala, terkena pukulan benda tumpul.

Berbuntut

Peristiwa seminggu lalu itu ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, Ashar dan kawan-kawan masih menaruh dendam karena dia terluka akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh keluarga Kades Tunggulsari itu. Mereka itulah yang kini menjadi sasaran pencarian.

Padahal, dalam peristiwa itu yang menjadi faktor pemicu adalah ulah Suhadak. Demikian pula, jika Ashar dan sejumlah temannya tidak sengaja ngluruk mencari Sujarwo, tentu saja perkelahian itu bisa dihindari.

Ternyata ancaman terhadap keluarga Kades Tunggulsari masih terus berlanjut. Adapun upaya melaporkan kejadian itu kepada petugas Polsek Tayu dirasakan oleh mereka sangat lambat penanganannya sehingga dengan mengendarai dua mobil mereka memilih mengungsi ke Mapolres Pati.

Mereka yang mengungsi adalah keluarga Sujomo, Sujarwo, Agus Subekti, Sudarlan, Suri, Karnawi, dan Mbah Rasi. Ketika ditanya sehubungan dengan hal tersebut saat berada di Mapolres, Suhadak menegaskan, sama sekali tidak benar jika pihaknya melakukan ancaman terhadap keluarga Kades Tunggulsari. Peristiwa sebenarnya adalah ketika mendapat informasi keluarga kades telah berbicara tidak enak, Ashar, adiknya, memang sengaja datang untuk mencari kejelasan kepada Sujarwo.

Akan tetapi, di tempat tersebut adiknya justru dikeroyok sampai menderita luka-luka. Karena itu, kalau dia yang dianggap mengancam warga Tunggulsari itu salah. ''Buktinya, warga desa itu bersikap biasa saja dan hanya keluarga kades yang membesar-besarkan permasalahan tersebut.''

Diperoleh keterangan, pihak Polres melalui Kasatreskrim Iptu Polisi Roland Ronaldi didampingi Kaur Binopsreskrim Budi Santosa SH telah meminta Kades Tunggulsari untuk membawa pulang warganya. Terkait dengan permasalahan tersebut, semua pihak yang diduga terlibat telah diperiksa.

''Lebih baik warga yang berada di Mapolres pulang saja. Kami masih menunggu agar Kades Tunggulsari menjemputnya.'' (ad-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA