logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 SEMARANG
Line

Ganti Tanah 1:1 Tak Terealisasi

SEMARANG-Ganti tanah milik warga Kampung Pucung Kelurahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan di Gunungkelir yang semula direncanakan 1:1 tak dapat direalisasi. Pasalnya, luasan tanah itu harus dikurangi untuk pembuatan taman dan jalan.

Dalam perjanjian awal, warga menerima ganti tanah di kawasan relokasi baru sama luasnya dengan milik mereka di Kp Pucung. Namun setelah dilakukan pemetaan lahan, ganti tanah yang didapatkan tak sesuai dengan perjanjian awal. Maksud ganti tanah 1:1, ternyata kesatuan wilayah bukan kepemilikan masing-masing kepala keluarga.

PT IPU memang memberi ganti tanah kepada warga di Gunungkelir seluas Kp Pucung. Namun mengingat luas jalan di lahan relokasi dibuat lebih luas, serta adanya tiga lokal taman, maka lahan yang disediakan itu tidak cukup. Untuk menutup kekurangan itu, diambilkan dari pengurangan lahan milik warga secara rata-rata.

Sebagian warga semula keberatan dengan model penyelesaian semacam itu. Sebab dalam persepsi mereka selama ini, luas tanah yang diterima masing-masing warga sama dengan di Kp Pucung. Seharusnya pembuatan taman dan jalan yang lebar tidak mengurangi ganti tanah milik warga tersebut. Namun demi kelancaran proses relokasi dan kenyamanan permukiman baru, warga akhirnya menyetujui, sejauh pengurangan itu masih dalam batas kewajaran.

Jupri (30) warga RT 1 RW 1 misalnya, rela tanahnya di Gunungkelir dikurangi untuk pembuatan fasilitas umum. Namun pengurangan itu hendaknya tidak terlampau banyak.

''Saya pribadi ndak masalah. Pengurangan itu kan demi kepentingan warga juga. Tapi sebaiknya jangan banyak-banyak. Misalnya tanah saya yang luasnya 365 meter persegi, kalau mau dipotong ya lima meter sajalah. Yang penting proses relokasi warga bisa cepat selesai. Kasihan warga yang rumahnya sudah hampir roboh,'' katanya.

Agar pengurangan tanah milik warga tidak terlampau luas, dia memberi alternatif pemecahan. Pembuatan taman tidak terlalu penting.

Sebab taman dapat dibuat di pekarangan rumah masing-masing warga. Lebih penting, lebar jalan yang memadai, sebab akan menjadikan permukiman di Gunungkelir nanti menjadi teratur.

''Kalau jalan kampungnya lebar, mobil akan bisa sampai ke depan rumah. Jadi kalau perlu apa-apa bisa lebih mudah.''

Sementara Khomeidi, warga RT 3 RW 1 memandang fasilitas taman dan jalan sama pentingnya. Taman juga dibutuhkan agar kompleks permukiman warga terlihat indah dan nyaman. Jalan keluar yang lebih baik menurut dia, dengan mengurangi lebar jalan. Sebagaimana yang tergambar dalam siteplan, lebar jalan di Gunungkelir antara 5 sampai 10 meter.

''Jalan kampung kan tidak perlu terlalu lebar, yang penting bisa dilewati mobil saja,'' katanya.(H6-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA