| Kamis, 23 Desember 2004 | SEMARANG |
Berlagak Pengusaha, Mengutil di Swalyan AdaSEMARANG- Berlagak seperti pengusaha, ternyata pengutil. Itulah Mahmudi Supriyanto (21), warga Karangtengah RT 1 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, yang tertangkap satpam seusai mencuri buah-buahan, susu, kosmetik, dan beberapa barang lainnya di toko swalayan Ada Jl Soegijapranata, kemarin siang. Lelaki lajang yang mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap itu ditangkap satpam yang mencurigai gerak-geriknya ketika keluar dari swalayan di lantai II. Sebenarnya, saat beraksi, Mahmudi tidak terlihat mencurigakan. Untuk menghindari kecurigaan karyawan swalayan, dia sengaja berpenampilan necis bak pengusaha. Di tangannya tergenggam sebuah ponsel, yang berkali-kali diangkatnya seperti sedang menghubungi seseorang. Belakangan diketahui, handphone yang sekilas terlihat asli itu ternyata cuma mainan seperti yang biasa dipakai anak-anak. Saat tertangkap, Mahmudi kedapatan sedang membawa sebuah tong plastik besar berisi aneka barang curian. Selain buah jeruk, anggur, durian dalam kemasan, dan susu, di dalam tong itu juga terdapat beberapa botol kosmetik, kapur barus, sampo, dan minuman kaleng. Semuanya bernilai Rp 885.000. Tersangka mengaku setelah mengambil barang-barang itu dan mengangkutnya dengan troli, dia keluar dari swalayan dengan melewati jalan di samping deretan kasir. Mahmudi lantas menuju bagian penjualan plastik. Di situ ia mengambil sebuah tong besar. Secara diam-diam, dia lantas memindahkan barang-barang curian dari troli ke dalam tong. Masih dengan gaya seperti orang kaya, dia membawa tong menuju halaman parkir di lantai bawah. Tersangka tidak menyadari ulahnya dilihat seorang kasir yang kemudian memberi tahu satpam. Dua orang petugas satpam, Joko (21) dan Agus (22), terus membuntutinya, bahkan hingga sampai ke tepi jalan besar di depan toko. Mahmudi berusaha mengelak dan menjawab berbelit ketika ditanya apakah dia sudah membayar ke kasir atau belum. Untuk memberi kesan bahwa dia bukan seorang pencuri, dia terus-terusan ''menelepon'', lalu mengeluarkan sebuah kunci mobil seolah-olah hendak pergi. Ternyata kunci itu pun palsu dan dia juga tidak membawa mobil. Setelah ditanya berkali-kali, dia akhirnya mengaku telah mencuri barang-barang yang disembunyikan dalam tong itu. (G3-89) |