logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 SEMARANG
Line

Sukawi Minta Nama Cawawali

SEMARANG-Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip meminta kepada warganya untuk mengusulkan nama bakal calon wakil wali kota yang akan mendampinginya dalam pilkada mendatang. Pasalnya, hingga kemarin dirinya belum dapat menentukan bakal calon wakilnya.

Sebenarnya, lanjut Sukawi ada banyak figur cawawali yang cukup baik dan layak, di antaranya nama-nama yang mengemuka di media massa. Mengingat banyaknya figur baik yang muncul, dirinya berharap ada masukan tentang calon tersebut dari masyarakat.

''Sebab mereka yang tahu secara pasti karakteristik, kelebihan bahkan kekurangan masing-masing calon. Sehingga saya percaya masukan masyarakat itu akan memunculkan figur yang tepat.''

Dengan langkah seperti itu, diharapkan apabila dirinya kembali terpilih dapat berpasangan dengan cawawali yang sesuai kehendak rakyat. Tentunya, figur itu juga figur yang dapat membawa pembangunan kota Semarang kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

''Saya harapkan betul masukan dari masyarakat, bisa disampaikan melalui SMS, telepon, surat maupun disampaikan langsung kepada saya. Namun jangan menyampaikan usulan ketika saya sedang menjalankan kegiatan resmi, atau tepatnya jangan pada jam-jam kerja.''

Terpisah, Dra Hj Siti Alfiyaturrahmaniah menegaskan tetap mencalonkan sebagai cawawali. Dia mencalonkan melalui DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Diimbau Jeli

Sementara itu, masyarakat Semarang diimbau jeli, cermat, dan cerdas ketika memilih pemimpinnya dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung 2005. Imbauan tersebut lebih khusus pada anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Semarang.

Ketua DPC FSPTI SPSI Kota Semarang Bambang Hartoyo didampingi sekretaris G Suhartoyo mengatakan, pemimpin yang dipilih hendaknya yang berpihak pada pekerja/buruh. ''Kami berharap siapa pun yang terpilih menjadi wali kota Semarang agar memperhatikan dan lebih meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh,'' kata Bambang Hartoyo.

Ketika disinggung figur H Sukawi Sutarip SH SE, dia menyatakan, berdasarkan pemantauan dan realita di lapangan, kepemimpinan wali kota Semarang periode 2000-2005 tersebut sangat baik. Salah satu yang menjadi bukti keberhasilan dalam memimpin antara lain meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang dari tahun ke tahun.

Selain itu, juga mampu meningkatkan alokasi anggaran beasiswa bagi siswa SD sampai SMA dari tahun ke tahun. ''Di samping itu Pak Kawi juga dikenal dekat dengan semua lapisan masyarakat, terutama anggota serikat pekerja di Semarang,'' katanya.

Wawasan Kebangsaan

Sementara itu, menjelang pelaksanaan pilkada secara langsung, wawasan kebangsaan warga Kota Semarang perlu lebih ditingkatkan. Menurut Ketua LDDI Kota Semarang Drs H Sunardi Djoko Santoso, salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan itu dengan menyosialisasikannya kepada seluruh elemen masyarakat. Caranya melalui diskusi, ceramah, simulasi dan seminar wawasan kebangsaan.

''Peningkatan wawasan kebangsaan ini penting agar warga tidak mudah terseret pada pemikiran sektoral dan kepentingan sesaat yang bisa mewujudkan pertikaian. Apalagi menjelang pemilihan wali kota Semarang, rentan konflik,'' kata dia dalam ceramah Penyegaran Wawasan Kebangsaan yang digelar LDII, Minggu (19/12) lalu, di aula rumah dinas wali kota, Manyaran.

Sebagai pembicara lain dalam ceramah itu adalah Dandim 0733 BS Letkol Kav Gina Yoginda dan Kepala Bakesbanglinmas, Drs Farchani, mewakili Wali Kota Sukawi Sutarip. Kegiatan itu diikuti 300 kader LDII se-Kota Semarang.

Selain menggelar ceramah wawasan kebangsaan, LDII juga telah melakukan penanaman ribuan pohon di sepuluh kecamatan. Yakni di Tembalang, Banyumanik, Pedurungan, Genuk, Gunungpati, Mijen, Ngaliyan, Tugu, Semarang Barat, dan Gajahmungkur. Pohon yang ditanam adalah jatimas 2.500 batang, mahoni 2.500 batang dan mangga 500 batang. (H1,G17,G7-64,84n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA