| Kamis, 23 Desember 2004 | SEMARANG |
Tumbuhkan InspirasiPEREMPUAN paruh baya itu mengulum senyum. Sisa kecantikan di masa muda masih tergurat tegas di rautnya. Ketika ditanya tentang kecenderungan hubungan orang tua-anak yang mulai memudar belakangan ini, Sri Kuncoro Hariyono, Ketua Ikatan Wanita (IW) Bank BPD Jateng itu terlihat jengah. Persoalan itu biasanya mulai melingkungi ibu-bu yang sibuk berkarier. Di mata dia, sosok ibu tetap harus memiliki peran penting dalam pertumbuhan buah hatinya. Kendati mereka sudah menjelang dewasa. ''Boleh saja memberi mereka kebebasan apa yang dimaui, tapi orang tua harus terus mengawasi,'' ujar pengusaha mebel dan parsel itu pada Suara Merdeka baru-baru ini. Pola itulah yang selama ini terus dia pegang dalam mendidik tiga anaknya yakni Dini P (21), Bimbo Kertapati (18) dan Dinda Bestari (17). Supaya bisa tetap dekat dengan anak, istri Direktur Utama PT Bank BPD Jateng Hariyono itu lebih memusatkan aktivitasnya di lingkungan rumah. Kebetulan dua usaha yang dirintisnya itu memang berkantor di rumah. Jadi sesibuk apapun pekerjaan, dia masih bisa meluangkan waktu untuk si buah hati. Tiga anaknya kini memang beranjak besar, sehingga tak lagi berpeluh seperti kala mereka kecil. Tapi kerepotan yang sifatnya fisik itu, ternyata justru terasa lebih ringan dibandingkan beban psikis saat ini. Untungnya dalam menjalani hidup, dia terbilang santai. ''Saya santai saja menjalani semuanya, karena suka. Jadi ibu rumah tangga dan berkarier itu juga anugerah.'' Dalam memilih teman, dia mengaku tak terlalu ikut campur. Anak-anaknya bebas menentukan kawan sepermainannya. Bahkan dia dan suaminya turut aktif mendorong putra-putrinya bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Tidak muluk-muluk, dia hanya ingin menyaksikan mereka kelak berguna untuk masyarakat. Hari ibu sendiri seolah menjadi proyeksi baginya untuk memahami arti menjadi seorang ibu dalam rumah tangga. Dia tak setuju ketika emansipasi perempuan yang didengung-dengungkan justru membatasi harmonisasi relasi antara dia, suami dan anak-anaknya. ''Bagi saya, istri harus banyak pengorbanan, misalnya mendukung karier suami,'' tukas dia. (Renjani PS-64) |