| Kamis, 23 Desember 2004 | INTERNASIONAL |
Iran Tangkap 10 Spionase NuklirTEHERAN - Sebanyak 10 orang, yang bekerja untuk dinas intelijen AS dan Israel, telah ditangkap dengan tuduhan memata-matai program nuklir Iran, kata Menteri Intelijen Ali Yunessi, Rabu kemarin. ''Lebih dari 10 mata-mata nuklir ditangkap pada tahun (Iran) sekarang ini, yang dimulai pada 21 Maret,'' kata Yunessi, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA. ''Tiga dari mereka bekerja pada Organisasi Energi Atom (Iran), sisanya bukan PNS. Mereka bekerja untuk CIA dan Mossad. Mereka ditangkap di Teheran dan Hormuzgan, Iran selatan.'' CIA adalah badan intelijen pusat AS, sedangkan Mossad merupakan badan intelijen Israel. Amerika menuduh Iran telah menjalankan program rahasia untuk mengembangkan bom nuklir. Namun Teheran membantah tuduhan itu dan menyatakan program nuklirnya hanya untuk keperluan PLTN. ''Mereka kini berada di tahanan Pengadilan Revolusioner, dan kami tidak akan mengumumkan nama mereka sebelum mereka diadili. Tidak ada tokoh penting di antara mereka,'' tambahnya. Awal bulan ini, Kementerian Intelijen Iran menyatakan telah menangkap seorang mata-mata yang berpura-pura bekerja di fasilitas sentrifugal nuklir. Agen rahasia itu ingin mencari tahu apakah Teheran benar-benar menghentikan kegiatan pengayaan uraniumnya, sesuai dengan kesepakatan terakhir. Iran sepakat bulan lalu untuk menghentikan program pengayaan uranium dan seluruh aktivitas terkait, untuk mencoba menghilangkan sanksi yang didesak pemberlakuannya oleh AS. Fasilitas sentrifugal itu dapat memutar gas menjadi uranium diperkaya, yang kemudian bisa digunakan untuk memproduksi energi nuklir atau bom. Agustus lalu, Yunessi mengumumkan penangkapan sejumlah mata-mata yang mengirim informasi mengenai program nuklir Iran pada orang asing. Dia mengatakan, Mujahidin Rakyat - kelompok oposisi bersenjata yang berbasis di Iran yang mengecap ''munafik'' rezim di Teheran - memainkan peran utama dalam kegiatan spionase itu. (ant-46) |