| Kamis, 23 Desember 2004 | INTERNASIONAL |
Annan Takkan Mundur dari JabatannyaNEW YORK - Kofi Annan menyatakan tekadnya untuk tetap pada jabatannya selaku Sekjen PBB, meski dituduh terlibat skandal korupsi program minyak-untuk-pangan Irak. ''Saya tahu bahwa ada pihak-pihak tertentu yang kuat menyerang PBB dan saya, namun ada pula kritik-kritik membangun, yang kami terima,'' kata Annan dalam konferensi pers akhir tahun di markas besar PBB, Rabu kemarin. ''Tuduhan korupsi di PBB dalam program minyak-untuk-pangan itu perlu segera dibuktikan. Saya harapkan tim independen akan menyelesaikan hasil investigasinya akhir Januari mendatang,'' tambahnya. Namun meski adanya kritik-kritik itu, khususnya yang berasal dari para anggota Kongres dan pejabat lain AS, Annan mengatakan dia tidak membahas masa depannya dengan Menlu AS Colin Powell dan pejabat-pejabat AS lain ketika pertemuan dengannya di Washington, pekan lalu. ''Masalah pengunduran diri itu tak muncul, dan kami hanya berbicara mengenai rencana-rencana masa depan kami serta isu-isu yang sedang kami kerjakan bersama, dari Irak dan Afghanistan sampai Timur Tengah dan reformasi PBB,'' jelasnya. Menurutnya, AS membutuhkan PBB, dan PBB membutuhkan AS. Kami perlu mencari cara untuk bekerja bersama-sama. Pada bagian lain dikatakan, PBB memikirkan tuduhan-tuduhan (sekitar korupsi program minyak-untuk-pangan Irak) itu dengan serius. Hadiah Paling Berharga Annan dalam kesempatam itu menyatakan hadiah paling berharga baginya dalam menghadapi tahun 2005 adalah terciptanya situasi lebih baik dan damai di Afrika. ''Saya ingin kedamaian di benua saya,'' kata diplomat asal Ghana, Afrika itu. Tahun 2004 ini, kata Annan, merupakan tahun yang cukup berat bagi sebagian penduduk benua Afrika yang dipenuhi oleh konflik politik yang mengakibatkan masalah kemanusian. Konflik di sejumlah negara di Afrika, di antaranya Sudan, Kongo, Liberia, Pantai Gading, Sierre Leone, dan Burundi, cukup menyita perhatian PBB sepanjang tahun 2004. Sejumlah resolusi dikeluarkan dan misi-misi bantuan PBB dikerahkan mengurusi masalah di Afrika, namun belum semua bisa diatasi tuntas. Bahkan di Darfur, menurut Annan, situasi semakin memburuk dan korban dari kalangan masyarakat terus berjatuhan. Kita masih perlu meningkatkan pengamanan dan perlindungan kepada para pengungsi dan perlu adanya bantuan kemanusiaan, kata Annan. Tahun Penuh Kesulitan Sekjen PBB itu juga menyebut tahun 2004 ini sebagai tahun yang penuh kesulitan. Selain harus mengatasi berbagai masalah di dunia, PBB juga harus menghadapi berbagai permasalahan internal, di antaranya tuduhan korupsi dalam program minyak-untuk-pangan dan juga laporan pelecehan seksual yang dilakukan staf PBB di Kongo. Namun, tambah Annan, di tahun 2004 ini juga banyak hal yang telah berhasil dilakukan PBB. Misalnya penyelenggaraan pemilihan presiden di Afghanistan yang mendapat sambutan antusias oleh rakyatnya. Di Irak, PBB dilaporkan ditantang menyukseskan Pemilu di negara yang telah hancur oleh perang tersebut. Tantangan serupa juga berasal dari pelaksanaan Pemilu di Palestina. Menghadapi tahun 2005, Annan juga mendesak perlunya suatu perubahan dalam organisasi PBB sehingga dapat lebih efektif menghadapi berbagai tantangan global. Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB awal pekan lalu menyatakan kepercayaan pada Annan dan menolak seruan mundur baginya dari AS. Bahkan Dubes AS untuk PBB John Danforth mengatakan dia memiliki rasa percaya yang besar sekali terhadap Annan. Keterlibatan Annan dalam skandal program berdana 64 miliar dolar itu dikatakan lewat peran putranya, seorang pengusaha. Dalam acara makan siang ke-15 anggota tetap dan tidak tetap DK pekan lalu itu, Annan menyatakan keteguhannya untuk terus melaksanakan investigasi dan membuat faktanya diketahui setiap orang. (ant-46) |