| Kamis, 23 Desember 2004 | EKONOMI |
Laba BPD Karanganyar Rp 7,76 MKARANGANYAR- Kontribusi Bank BPD Jateng cabang Karanganyar, selama 2004, pada kas daerah setempat hingga November mencapai lebih dari Rp 2,05 miliar. Jumlah kontribusi yang akan diserahkan untuk pendapatan asli daerah (PAD), menurut Kepala BPD Jateng cabang Karanganyar, Windoyo, akan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. "Hal ini akan terlihat ketika program rekapitulasi atau divestasi selesai. Di mana pada waktu itu BPD Jateng sudah boleh membagi keuntungan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham, termasuk Pemkab dan Pemkot," kata dia di sela-sela syukuran selesainya pemugaran gedung yang terletak di jalan raya Solo-Tawangmangu, di kompleks perkantoran Cangakan, Karanganyar kemarin. Lebih lanjut Windoyo menjelaskan, hingga November 2004, bank kebanggaan masyarakat Jateng itu mampu memperoleh laba usaha senilai Rp 7,76 miliar. Laba itu lebih besar dari target awal yang ditetapkan sebelumnya, yaitu Rp 7,28 miliar. "Kenaikannya begitu besar jika dibandingkan pada dua tahun sebelumnya. Pada 2002 laba yang diperoleh hanya Rp 3,75 miliar dan 2003 sebanyak Rp 5,56 miliar," paparnya. Sesuai target hingga akhir tahun Desember 2004, BPD Jateng di Karanganyar bisa menghimpun dana senilai Rp 97,10 miliar. Namun pada November dana yang dihimpun sudah mencapai Rp 106,21 miliar. Sementara pada tahun 2002 dan 2003, dana yang terhimpun masing-masing Rp 43,17 miliar dan Rp 94,98 miliar. "Dari dana yang telah dihimpun senilai Rp 106,21 miliar itu, hingga akhir November kami telah menyalurkan kredit senilai Rp 83,39 miliar. Rencananya kami akan menyalurkan kredit hingga Rp 90,30 miliar." Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani berharap, BPD Jateng di Karanganyar tidak hanya melakukan hal-hal yang sifatnya bisnis saja di kemudian hari. Ia mengatakan, sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat sekitar yang telah memberikan keuntungan, BPD Jateng memang seharusnya membantu orang-orang yang kekurangan. "Kami menyambut positif pihak BPD Jateng yang telah memberikan bea siswa bagi sebagian siswa SD, SMP, SMU yang putus sekolah karena kurang mampu. Tahun ini hanya mengalokasikan Rp 10 juta, tapi tahun depan diharapkan bisa bertambah," kata dia.(G8-82) |