logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 EKONOMI
Line

Penerimaan Pajak Kurang Rp 11 T

JAKARTA- Dirjen Pajak Hadi Purnomo mengakui, hingga saat ini penerimaan pajak masih kurang Rp 11 triliun. Namun, dirinya optimistis target tahun ini sebesar Rp 238 triliun dapat tercapai.

"Realisasi pajak sampai 21 Desember sebesar Rp 227,6 triliun atau 95,4 persen. Jadi masih kurang 4,6 persen atau Rp 11 triliun. Tapi ini kan masih 8 hari lagi," kata Hadi Purnomo usai menghadiri mengenai "Laporan Ekonomi Akhir Tahun 2004," di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/12).

Hadi menolak adanya kebocoran sebagaimana disampaikan KPK. "Kalau ada kebocoran nanti dulu. Yang namanya bocor itu kalau uang masuk ke pajak lalu bocor. Tapi kalau ada potensi yang belum bisa dikenakan akibat ketiadaan akses dan informasi, itu yang betul," tukasnya.

Menyangkut review 3 RUU Pajak, Hadi mengatakan pihaknya tengah duduk bersama dengan semua pihak untuk membahas kembali. Sejauh ini dari Ditjen Pajak tampaknya belum akan memberikan insentif baru karena insentif yang telah diberikan saat ini sudah cukup.

Sementara itu Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam acara yang sama menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2004 ini mencapai 5,1% dari target semula 4,8% di mana pertumbuhan lebih banyak didorong oleh kondisi domestik baik konsumsi maupun investasi.

"Ekonomi Indonesia sampai akhir tahun bisa mencapai 5,1 persen. Ini menunjukkan suatu kinerja yang mulai membaik," kata Aburizal yang akrab dipanggil Ical ini saat jumpa pers mengenai Laporan Ekonomi Akhir Tahun 2004, di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/12).

Menurut Ical, permintaan domestik pada tahun 2004 tumbuh 6,8%, ekspor tumbuh 8,3% dan impor tumbuh 24,2%.

Mengenai asumsi makro ekonomi, Ical menjelaskan inflasi inti pada tahun 2004 diperkirakan masih akan relatif stabil di kisaran 6,5%, rata-rata suku bunga SBI di kisaran 7,3%-7,5%.

Sampai dengan Oktober 2004, suku bunga kredit modal kerja mencapai 13,64%, kredit investasi mencapai 14,25% dan kredit konsumsi mencapai 16,89%.

Diproyeksikan, pada tahun 2005, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5%, inflasi 5%-7%, suku bunga SBI 3 bulan 7%-8%, harga minyak 30-35 dolar AS per barel dan Rupiah di kisaran Rp 8.700-9.200 per dolar AS. (dtc-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA