| Kamis, 23 Desember 2004 | BUDAYA |
Kehilangan Munir dan Harry RoesliSEBAGAI salah seorang warga bangsa, kepedulian Iwan Fals (43) terhadap kondisi bangsa dan negaranya memang tidak terbantahkan. Semua kepedulian itu ia tumpahkan lewat lirik-lirik lagunya. Lalu, apa yang dirasakannya ketika dia kehilangan Munir dan Harry Roesli. ''Saya merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian dua orang istimewa itu,'' katanya di kediamannya di Leuwinanggung. Meski tidak mengenal secara personal dengan Mubir, Iwan merasa dekat dengan mendiang pejuang HAM dan pucuk pimpinan Kontras itu. ''Saya kerap membaca pemikiran dan berita tentang almarhum Munir lewat koran dan TV. Dari situ saya sepaham dengan apa yang diperjuangkannya. Jadi, ketika tahu Munir meninggal, saya merasa sedih. Apalgi sebagian hadiah yang pernah ia terima disumbangkan,'' katanya. Atas nama rasa hormatnya, Iwan kemudian menciptakan sebuah lagu yang ia persembahkan untuk almarhum Munir. Kesedihan yang sama juga dirasakan pemilik nama asli Virgiawan Listianto ini ketika mengetahui Harry Roesli berpulang. ''Kang Harry banyak mempengaruhi cara bermain musik saya. Bahkan ketika saya masih duduk di bangku SMP di Bandung, saya pernah menonton konser Kang Harry,'' kata Iwan yang kemudian terdiam beberapa lama sembari menerawangkan pandangannya. ''Almarhun begitu pandai menyimpan penderitaannya. Dan kalau deket, Kang Harry bawaannya seneng terus,'' imbuh Iwan terbata dengan mata berkaca-kaca. (Benny Benke-81) |