logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 23 Desember 2004 BANYUMAS
Line

''Dimintai Gatotkaca, Ulurkan Anoman''

''BANYAK anak dan remaja sekarang tak tahu wayang kulit. Pernah anak-anak diminta mengambil tokoh Gatotkaca, tetapi yang diulurkan Anoman. Untuk memperkenalkan kembali kesenian tradisional itu Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Banyumas akan mengadakan apresiasi wayang bagi siswa SD dan SMP.''

Itulah kata Ketua Pepadi H Subur Widadi BA. Dalang yang juga Ketua Komisi C DPRD Banyumas itu ditemui di ruang kerjanya, di sela-sela pembahasan RAPBD 2005.

Dalam kegiatan apresiasi, kata anggota DPRD dari PAN itu, diadakan pementasan wayang pakeliran padat satu-dua jam. Siswa diminta menonton dan menyimak. Setelah itu mereka diminta mengulang cerita dan menunjukkan nama para tokoh wayang.

Gagrak Banyumas

Dia menyatakan sanggar-sanggar selama ini secara mengadkan pelatihan dalang muda. Kegiatan itu akan diintensifkan agar kemampuan mereka meningkat.

Publik di Jakarta yang hendak nanggap wayang gagrag (gaya) Banyumas, kata dia, menuntut pementasan itu benar-benar menunjukkan warna daerah tersebut. Sementara ini warga Banyumas di Jakarta hanya mengenal satu-dua dalang gaya Banyumas.

''Kami akan memberikan masukan bahwa masih banyak dalang lain, misalnya Ki Daulat, Ki Marwoto, Ki Sahid, Ki Sugino, Ki Sugito, Ki Darno, Ki Kedot, dan saya. Anggota Pepadi Banyumas saja 150 orang.''

Dia menuturkan hari ini di Kantor RRI Purwokerto diadakan tatap muka antara Komisi E DPRD Jateng, pengurus Pepadi Banyumas, dan RRI Purwokerto. Mereka akan membahas pementasan wayang di stasiun radio itu selama tahun 2004.

Pementasan sebulan sekali dan disiarkan langsung oleh radio itu. Selama ini sebagian besar dalang yang tampil belum terkenal. Acara itu menjadi ajang promosi bagi para dalang baru. (Budi Hartono-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA