| Kamis, 23 Desember 2004 | BANYUMAS |
Durian Pengadegan Juara I Lomba BuahPURBALINGGA- Durian milik Samsudi, warga Desa Tetel, Kecamatan Pengadegan, menjadi juara I lomba buah durian dalam festival hasil pertanian di halaman parkir depan Pendapa Dipokusumo, kemarin. Juara II Karta, warga Pelumutan, Kecamatan Kemangkon. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir Lily Purwati menyatakan penilaian lomba buah meliputi ukuran, bentuk, ketebalan, warna kulit dan buah, ketebalan daging, dan cita rasa. Tim juri meliputi PKK, Dharma Wanita, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Dinas Pertanian, Dewan Ketahanan Pangan, dan penggemar buah. Juara I lomba buah manggis Teguh Rosyid dari Desa Bakulan, Kecamatan Kemangkon dan II Sudarso dari Desa Tamansari, Kecamatan Karangmoncol. Juara I festival hasil pertanian Kecamatan Kejobong, II Kalimanah, dan III Kaligondang. ''Kegiatan ini untuk menggali potensi komoditas unggulan sektor pertanian bernilai ekonomis sekaligus ajang promosi dan pemasaran produk petani Purbalingga. Juga menggali potensi buah durian dan manggis berkualitas untuk menginventarisasi pohon induk sebagai sumber pengembangan sentra buah-buahan,'' ujar Lily. Empat Masalah Festival diikuti 18 kontingen kecamatan. Mereka memamerkan bermacam produk pertanian unggulan. Seusai pembukaan festival, warga masyarakat berebut membeli. Bahkan sebelum dibuka Bupati telah terjadi transaksi di beberapa stan. Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi mengatakan, letak geografis di ketinggian 40-2.000 m di atas permukaan laut merupakan anugerah. Sebab, hampir semua produk pertanian bisa tumbuh. Adalah tugas bersama untuk meningkatkan kualitas dan kontinuitas produksi. ''Ada empat masalah harus menjadi PR kita. Petani masih sulit menerapkan teknologi pertanian. Karena itu PPL harus kerja keras agar petani bisa menerapkan teknologi tepat guna. Petani juga sulit mencari bibit bagus. Melalui lomba ini kami berharap dapat bibit bagus, setidaknya durian dan manggis,'' katanya. Masalah berikutnya adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman yang belum maksimal. Harus diupayakan untuk mengatasi organisme itu tanpa menggunakan pestisida atau insektisida yang berlebihan. Terakhir akses pasar pascapanen. ''Jangan sampai masalah kubis yang dibagikan gratis ke masyarakat terjadi pada komoditas pertanian lain. Tugas kita untuk membantu mengangkat perekonomian para petani,'' kata Bupati. (F10-86) |