logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Yamaha Racing Academy

Teknik Pembalap Pemula Lemah

SEMARANG- Sebagian besar pembalap pemula Indonesia belum memiliki teknik dasar mengendalikan motor secara baik. Hal itu dapat dilihat dari Yamaha Racing Academy (YRA) yang diadakan di Bukit Semarang Baru (BSB) mulai kemarin hingga hari ini.

Pada acara tersebut, para pembalap pemula mendapat pelajaran tentang mengendarai motor yang benar dari Nanba, test rider tim MotoGP 500 Yamaha asal Jepang.

''Basis pembalap Indonesia masih kurang. Pada umumnya mereka belajar sendiri dan mengandalkan bakat alam untuk menjadi pembalap. Karena itu, dengan adanya YRA ini, kami ingin meningkatkan skill para pembalap,'' ujar asisten manajer Motorsport Yamaha, Herry BK. ''Mereka pemula. Jika digembleng lebih keras, mereka bisa menjadi baik. Kuncinya, mereka harus latihan rutin.''

YRA yang digelar di Semarang ini merupakan kali kedua yang digelar Yamaha Motor Kencana Indonesia. Sebelumnya, acara tersebut digelar di Yogyakarta bulan lalu, diikuti 28 pembalap Yamaha. Di Semarang, panitia tidak lagi mengkhususkan YRA bagi pembalap Yamaha, tapi terbuka untuk umum.

Tak heran, pesertanya pun berlimpah. Namun, agar ilmu yang diberikan Nanba bisa dimengerti dan dipahami oleh pembalap, peserta dibatasi 30 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Semarang, tapi juga Jakarta, Bali, Makassar, Cirebon, Palembang dan Riau.

''Kami memilih Semarang karena potensi pembalapnya cukup besar. Selain itu, Semarang juga sudah punya sirkuit,'' ujarnya.

Para pembalap mendapat pelajaran yang berharga dari Nanba yang pernah menjuarai Japan Championship beberapa kali dan menjadi test rider Yamaha Jepang selama 20 tahun. Nanba mengajarkan teknik-teknik dasar mengendari sepeda motor yang baik seperti cara berbelok di tikungan, pengaturan gas, pengereman dan lain-lainnya.

Meski spesialisasi para pembalap berbeda, baik drag race, road race, maupun motocross, dalam praktik mereka menggunakan motor trail TT R-125. Motor tersebut dipakai sebagai dasar untuk mengendarai sepeda motor jenis lainnya.

''Banyak teknik baru tentang cara mengendarai dan mengendalikan motor yang bisa saya dapat dari acara ini,'' ungkap Bintang Yudha Danisworo (16) pembalap asal Kendal yang juga merupakan putra Bupati Kendal Hendy Boedoro. (H13-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA