logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

KONI Butuh Dana Rp 166 Miliar

JAKARTA - KONI Pusat membutuhkan dana tidak sedikit. Pada tahun anggaran 2005 ini, lembaga yang dipimpin Agum Gumelar tersebut mengajukan anggaran kepada pemerintah sebesar Rp 166 miliar.

Menurut data yang diberikan Bidang Rencana dan Anggaran (Rena) KONI Pusat, dana itu digunakan untuk dua kegiatan. Pertama adalah persiapan SEA Games 2005 sebesar Rp 130 miliar. Kedua program Indonesia Bangkit (IB) yang membutuhkan Rp 36 miliar.

Kabid Binpres KONI Pusat Djoko Pramono mengatakan, KONI saat ini tengah melakukan percepatan pembinaan olahraga. Hal ini terutama dilakukan pada 12 cabang olahraga berprestasi yang masuk dalam program IB.

Cabang tersebut adalah angkat besi (9 atlet), bulutangkis (15), balap sepeda (10), menembak (3), catur (4), panahan (8), atletik (9), karate (10) taekwondo (10), tenis (7) dan voli (8).

''Atlet-atlet ini diberi beban target untuk meraih medali emas di SEA Games 2005. Kalau mereka sukses akan diasah terus hingga ke Asian Games 2006 di Doha, Qatar,'' ujar Djoko dalam acara sarasehan sehari bertajuk ''Menuju Puncak Prestasi di Asian Games 2005 '' di Jakarta kemarin.

Pada kesempatan itu Djoko menjelaskan, sebagai pertanggungjawaban, para atlet IB nantinya akan dieveluasi setiap enam bulan. Rapor mereka akan dinilai dan dibagikan kepada seluruh induk organisasi olahraga di bawah naungan KONI.

''Jika ternyata dalam penilaian ada yang tidak berprestasi, mereka akan terdegradasi dari program IB,'' paparnya.

Djoko mengaku sangat memerlukan dana besar untuk pembinaan atlet. Tapi, dia menyayangkan setiap dana yang diajukan selalu cair jauh dari yang dibutuhkan.

Dari data Rena KONI Pusat pada tahun anggaran 2005, KONI mengajukan dana SEA Games sebesar Rp 135 miliar. Nyatanya pemerintah hanya mengabulkan Rp 35 miliar. Sementara untuk program IB dari Rp 32 miliar yang dikabulkan hanya Rp 9,7 miliar.

''Saat ini kami tengah menunggu pencairan dana dari Dirjen Keuangan. Mengenai jumlah pasti berapa yang dikucurkan pemerintah, kami belum tahu,'' kata Djoko.

Hanya Rp 77 M

Menurut Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Pusat, Indra Kartasasmita, dari anggaran yang diajukan sebesar Rp 130 miliar, kemungkinan yang disetujui hanya Rp 77 miliar.

"Mudah-mudahan disetujui sedikitnya Rp 77 miliar," ujar Indra yang dihubungi terpisah. Sebagai perbandingan, untuk SEA Games 2003 yang digelar di Vietnam KONI hanya mendapat kucuran dana sekitar Rp 39 miliar.

Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk membeli peralatan dan memberangkatkan atlet mengikuti uji coba di luar negeri.

Untuk SEA Games 2005, KONI telah menetapkan beberapa event yang akan menjadi ajang uji coba Indonesia Bangkit, di antaranya Islamic Solidarity (April 2005), Moslem Women Sport (September 2005), dan Indoor Asian Games (November 2005).

Hasil uji coba tersebut, katanya, juga sekaligus menjadi evaluasi terhadap perkembangan atlet-atlet Indonesia Bangkit serta bahan prediksi jumlah medali yang mungkin diperoleh di SEA Games. (D3-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA