| Rabu, 22 Desember 2004 | OLAHRAGA |
PBVSI Jateng Didesak Gelar MusdalubSEMARANG- Pengcab PBVSI Semarang mendesak Pengda PBVSI Jateng segera melakukan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Alasannya, kepengurusan yang ada sekarang hanya tinggal beberapa orang, setelah Srihono SH sebagai ketua umum terpilih mundur dari jabatannya seusai Pra-PON tahun 2003. Sedangkan Drs H Soeparno MM selaku ketua harian meninggal dalam sebuah kecelakaan di Kudus pada bulan Juni 2004. Sekarang kendali kepengurusan dipegang oleh Sofyan Dollo yang bertindak sebagai sekretaris umum didampingi Umbu Puda SH sebagai Ketua Bidang Organisasi Pengda, serta Ketua Bidang Kepelatihan Hariyanto. ''Bukan Semarang saja yang menghendaki musdalub. Pengcab Solo, Purwodadi dan Kendal juga menghendaki hal yang sama. Kalau Jateng tidak ingin tertinggal jauh dari daerah lain, musdalub harus segera dilaksanakan,'' kata Sarnam, Ketua Bidang Pembinaan PBVSI Semarang di GOR Satria petang kemarin. Setelah tidak memiliki ketua dan ketua harian, Pengda PBVSI Jateng bisa dikatakan vakum. Dia mencontohkan, seusai tim bola voli Jateng gagal di PON Palembang, seharusnya ada evaluasi, tetapi sampai sekarang belum dilakukan. Demikian halnya ketika Kejurnas Bola Voli Antarklub di Gresik yang baru selesai beberapa hari lalu. Seharusnya pengda mempunyai wakil, entah itu berangkat karena hasil kompetisi atau sebatas ditunjuk mewakili, tapi faktanya Jateng absen dalam kejurnas tersebut. ''Karena kejurda tidak diputar, Jateng tidak mengirimkan wakilnya ke kejurnas di Gresik. Sekarang voli Jateng sudah ketinggalan jauh, termasuk dari DIY,'' tandasnya. Tim Putri Sarnam, asisten pelatih tim PON XVI Jateng, yang petang kemarin didampingi oleh bidang perwasitan Drs Purdiyanto, juga menyebutkan kegagalan tim putri Jateng yang tak mendapat tiket tampil di PON Palembang. Alasannya, ketika Jateng membentuk tim Pra-PON, sudah terlihat tidak ada keharmonisan antara daerah dan pengda, terbukti beberapa pemain yang dipanggil tidak bersedia datang. Pemain - pemain dari Pengcab Solo, yang juga ikut dipanggil, tidak ada yang hadir karena tidak diizinkan oleh pengcab, sehingga mayoritas pemain PON dari Semarang. ''Basis pemain putri indoor ada di klub Vita Solo. Mereka juga diundang dalam seleksi, tetapi tidak hadir. Seandainya pemain - pemain Solo itu hadir, saya yakin tim putri Jateng bisa lolos dari Pra-PON.'' Sementara itu, Sekum Pengda PBVSI Jateng Sofyan Dollo ketika dimintai tanggapannya belum mau komentar. Menurutnya, masalah organisasi ini harus dibicarakan dengan Ketua Bidang Organisasi Umbu Puda SH, yang kini sedang berada di NTT. ''Saya harus menunggu Pak Umbu pulang dari NTT,'' jelasnya. (C16-77) |