logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Persija Ingin Status Juara Sejati

SURABAYA-Sekalipun pertandingan melawan Persebaya berlangsung di Stadion 10 Nopember Surabaya, mental Persija Jakarta Pusat tak terpengaruh. Pertemuan kedua kesebelasan tersebut besok merupakan partai penentuan dalam Kompetisi Liga Indonesia X.

Bila Persija menang, mereka memastikan diri menjadi juara. Apabila, seri masih menunggu hasil pertandingan PSM melawan PSMS di Makassar.

"Kita ingin juara sejati. Justru kita ingin merebut kemenangan di kandang lawan," tegas Manajer IGK Manila kepada Suara Merdeka di Stadion Petrokimia Kimia, Selasa (21/12) petang kemarin. Dia mengemukakan, berdasar grafik dua pertandingan terakhir kedua kesebelasan, timnya unggul atas Persebaya. Pada KLI X putaran pertama di Jakarta, Macan Kemayoran berhasil mengalahkan Green Force dengan skor 3-1 di Jakarta. Lantas sebelumnya di Piala Emas Bang Yos, mereka juga menang dengan skor 5-3 dalam drama adu penalti.

"Melihat catatan pertandingan seperti itu, ya kami mesti meraih kemenangan untuk merebut juara KLI X. Kalau seri, posisinya tak aman, siapa tahu PSM Makassar menang besar atas PSMS," tambahnya.

Nonteknis

Untuk menghindari praktik sepak bola gajah dan tindakan tak sportif, Manila sependapat dengan Manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar dan Ketua Bidang Liga PSSI, Andi Darussalam Tabusala, agar pertandingan Persebaya versus Persija dan PSM versus PSMS digelar serentak. "Namun, masalah itu kita serahkan kepada PSSI," tuturnya.

Untuk "partai final" ini, pihaknya ternyata tak melakukan persiapan khusus. "Normal- normal saja," jelasnya.

Persiapannya sama seperti ketika menghadapi 33 pertandingan sebelumnya. Artinya, pemain, pelatih, dan seluruh anggota tim harus berkonsentrasi penuh untuk menyuguhkan permainan terbaik dan mempersembahkan kemenangan sekaligus menggondol Piala Presiden untuk kali kedua ke Ibu Kota. "Kita ingin mencetak sejarah dengan tampil sebagai juara sejati," tandasnya.

Mengenai aspek nonteknis, seperti wasit dan tak diizinkannya the Jakmania menyaksikan pertandingan secara langsung di Stadion 10 Nopember, dia mengatakan persoalan wasit diserahkan sepenuhnya kepada pengurus PSSI. Dia yakin, pengurus otoritas tertinggi sepak bola nasional tersebut mampu berbuat terbaik dalam mengatur jalannya pertandingan amat penting tersebut. "Ya kita percayakan saja kepada PSSI," ujarnya.

Namun, mengenai larangan The Jakmania menyaksikan langsung pertandingan Persebaya versus Persija di Surabaya, Manila sangat menyayangkan. "Itu melanggar HAM. Jangan sempit dalam melihat pertandingan ini," tegasnya.

Rencana penerapan sistem kompetisi dua wilayah musim 2005 mendatang, menjadikan Jakarta sebagai tuan rumah babak 6 atau 8 besar.

Dengan demikian, tak menutup kemungkinan aksi balasan dilakukan the Jakmania kepada suporter Persebaya jika mereka berhasil lolos ke babak 6 atau 8 besar.

"Tapi, sejak dini saya sudah ingatkan jangan sampai terjadi aksi balas-membalas. Itu tak mendukung pembinaan sepak bola nasional," ingatnya.

Dia sangat menyesalkan mengapa jumlah suporter Persija yang cuma 300 orang tak diakomodasi kebutuhannya untuk menyaksikan pertandingan. "The Jakmania sudah kembali ke Jakarta dengan KA dari Kediri hari Selasa pukul 13.00," jelasnya.

Menghadapi pertandingan penentuan itu, panpel melakukan persiapan maksimal. Humas Panpel Supangat kepada wartawan menyatakan, sebanyak 1.115 personel dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan. Selain dari kepolisian, dilibatkan juga antara lain personel TNI dan Satpol PP.

"Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, jumlah personel keamanan yang dikerahkan hanya 200 sampai 300 orang. Ini merupakan rekor jumlah pengamanan. Kami tak ingin kecolongan," tambahnya. Petugas keamanan yang dikerahkan di dalam stadion diperkirakan sekitar 623 orang, sedang sisanya berada di luar stadion.

Selain itu, juga dilibatkan 12 anjing pelacak dari Brimob. "Kami tak ingin membludaknya penonton bisa mengganggu jalannya pertandingan," katanya.

Supangat menyatakan, panpel mencetak 27.400 lembar karcis. Padahal kapasitas stadion mampu menampung 29.000 pasang mata. "Kita tak mau ambil risiko. Jumlah karcis sengaja lebih sedikit dibanding kapasitas stadion. Penjualan karcis baru dilakukan pukul 12.30," katanya. (G14-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA