| Rabu, 22 Desember 2004 | OLAHRAGA |
Bambang Pamungkas"Ah, Jangan Ngomong Itu Dulu"SIAPAKAH pemain Persija yang jadi dewa penyelamat ketika tim Macan Kemayoran ini menundukkan Persela Lamongan, Minggu lalu (19/12)? Dia adalah Bambang Pamungkas. Berkat gol tunggalnya, tim besutan Sergei Dubrovin itu mampu mengalahkan Persela di kandangnya sendiri, Stadion Surajaya, dengan skor 1-0. Penyerang yang biasa disapa BP ini adalah pahlawan kemenangan timnya. "Dia itu pemain cerdik. Berdasar tes IQ yang kami lakukan terhadap semua pemain Persija, ternyata IQ BP paling tinggi," kata Manajer Persija, Brigjen (Purn) I Gusti Kompyang (IGK) Manila kepada Suara Merdeka di Stadion PT Petrokimia Gresik, Selasa kemarin (21/12). Ya, BP merupakan ikon bagi Persija dan the Jakmania. Tanpa kehadiran BP dalam setiap pertandingan tim Ibu Kota ini, baik partai kandang maupun tandang, terasa ada yang kurang. Maklum, striker jebolan Diklat Sepak Bola Salatiga telah lama lama berkiprah di Liga Indonesia bersama Persija. "Ya, tak ada klub lain selain Persija yang saya perkuat selama Liga Indonesia," ujarnya singkat. Isu gencar di berbagai media massa yang menyebutkan dia hendak go international ke Malaysia dengan memperkuat Selangor FC, bagai sambaran petir bagi manajemen. Apalagi, isu tersebut berhembus ketika mereka sedang berjuang keras merebut tahta jawara KLI X 2004. Tim ini bersama Persebaya Surabaya dan PSM Makassar memiliki peluang relatif sama untuk menapaki tahta tertinggi persepakbolaan nasional. Masih Dibutuhkan Bagaimana komentar BP atas kabar tersebut? "Ah jangan ngomong itu dulu, nanti saja," jawabnya. Energi, pikiran, mental, dan seluruh kemampuan dirinya serta rekan-rekannya dikonsentrasikan menghadapi pertandingan amat penting melawan Persebaya Surabaya, Kamis (23/12) besok. Apalagi, partai tersebut menentukan siapa yang berhak merebut tahta juara. Yang jelas, bagi manajemen Persija dan the Jakmania, dia telah menjadi ikon dan keluarga besar tim kebanggaan warga Ibu Kota. Sejak KLI VI, dia telah memperkuat Macan Kemayoran ini. Pada KLI VII, bersama antara lain Budi Sudarsono dan Widodo C Putra, dia ikut mempersembahkan mahkota jawara KLI VII kepada Persija. Karena itu, kabar rencana kepindahannya ke Selanfor FC tentu jadi perhatian serius manajemen tim. Manila mengemukakan, sampai kemarin belum ada keputusan final mengenai kabar anak asuhannya itu akan memperkuat Selangor FC pada musim kompetisi mendatang. "Itu baru kabar, belum ada keputusan. Yang jelas, kami masih sangat membutuhkan tenaganya memperkuat tim pada KLI tahun 2005 mendatang," katanya. Karena itu, pihaknya akan bergerak cepat menuntaskan status BP pasca-KLI X. Rencananya pada Jumat mendatang (24/12), dia akan berbicara dengan BP. Baru pada 10 Januari 2005 ada keputusan final mengenai BP dan formasi tim yang dipersiapkan untuk KLI XI 2005. "Sebab, tanggal 15 Januari 2005, susunan final sudah harus terbentuk," ujarnya. Optimistis BP memperkuat Persija sejak KLI VI. Artinya, hingga sekarang, pemain kelahiran 10 Juni 1980 ini telah 5 tahun memperkuat tim di bawah pimpinan Gubernur Sutiyoso tersebut. Loyalitas dan dedikasinya telah ditunjukkan. "Karena itu, kami optimistis dia masih bersedia bergabung untuk musim kompetisi mendatang. Yang penting kan ada kesepakatan. Apalagi, Selangor FC itu kan klub Divisi Satu, bukan Divisi Utama di Malaysia," tegas Manila. Bagi timnya, mempertahankan penyerang ini jauh lebih baik daripada mencari pemain baru yang kemampuan teknis dan mentalnya belum tentu sebaik BP. Suami Tribuana Tungga Dewi ini selama memperkuat Persija dinilai tak pernah aneh-aneh. Selain memiliki IQ tinggi, dia tak pernah melanggar disiplin yang ditetapkan manajemen tim maupun pelatih. Kerja sama dengan pemain lainnya bagus, dan tak mudah emosi. "Kendati tak begitu tinggi, tapi sundulannya sangat keras dan terarah. Itu salah satu kekuatannya, selain cerdik," papar Manajer PSSI SEA Games 1991 ini. Bagaimana persiapan BP sendiri menghadapi pertandingan melawan Persebaya? "Ya normal-normal saja," jawabnya singkat. Persiapan pertandingan ke-34 bagi Persija tak jauh beda dengan 33 pertandingan sebelumnya. Dia juga tak khawatir mendapat pengawalan khusus pemain bertahan Persebaya pada pertandingan Kamis besok. Sebab, hal semacam itu sudah biasa dia terima dan rasakan dalam posisinya sebagai pe-nyerang. Apalagi dia sering memperkuat timnas sejak 1998. Makanya, wajar jika Pelatih Persebaya Jacksen F Tiago memberikan perhatian khusus terhadap dinamika, mobilitas, dan akselerasi gerakannya. "Ya pokoknya siap. Tapi, saya nggak tahu apakah pelatih nanti menurunkan saya atau tidak," katanya sambil tersenyum. (Ainur Rohim-22) |