| Rabu, 22 Desember 2004 | NASIONAL |
Dana Fotokopi Pemprov Riau Rp 5 MPAKANBARU-Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pemerintah Provinsi Riau untuk 2005 dinilai sangat boros. Bayangkan saja, hanya untuk urusan fotokopi, pemerintah menyediakan dana Rp 5 miliar dari total dana APBD Rp 1,7 triliun. "Sudah lima tahun saya jadi anggota DPRD, dan sudah hampir seluruh provinsi saya kunjungi, baru kali ini menemukan dana biaya fotokopi dalam setahun menghabiskan Rp 5 miliar. Ini, kan tidak masuk akal," kata anggota DPRD asal Riau, Tabrani Rab di kediamannya, Jl Pattimura Pakanbaru, kemarin. Masih menurut dia, pengalokasian dana fotokopi Rp 5 miliar itu, menunjukkan bahwa Pemprov Riau melakukan pemborosan uang. Itu belum lagi sejumlah proyek lainnya yang sangat memungkinkan terjadi pembengkakan dalam pengajuan dana APBD untuk tahun 2005 mendatang. "Sebelum RAPBD itu disahkan pihak Dewan, maka sebaiknya Gubernur Riau kembali merevisi anggaran yang sangat boros dan rawan KKN itu. Sebenarnya, Pemprov Riau itu mau cetak buku atau mau memfotokopi," sindir Tabrani. Dia juga menilai, dalam penyusunan jabatan setingkat kepala dinas, Rusli Zainal juga terkesan memaksakan kehendaknya. Banyak jabatan teknis di Riau yang tidak sesuai dengan kemampuan serta latar belakang orang yang ditempatkan tadi. Penempatan kedudukan itu, hanya didasari atas hubungan kedekatan saja. "Mestinya Gubernur Riau untuk memasuki jabatan dua tahun ini, bisa kembali merombak susunan kepala dinas yang memang dinilai bukan porsinya. Bila kondisi sekarang tetap dibiarkan berjalan, maka untuk tahun depan biaya belanja pemerintah di Riau bisa lebih boros lagi dari yang ada sekarang," kata Tabrani. (dtc-69) |