| Rabu, 22 Desember 2004 | NASIONAL |
Benda Terlarang Milik Jamaah Haji Disita
BOYOLALI - Petugas bea cukai menyita sejumlah benda terlarang milik jamaah. Puluhan magic jar, gunting dan pisau disita oleh petugas bea cukai saat jamaah akan berangkat. Benda- benda tersebut selanjutnya dikembalikan kepada jamaah melalui panitia haji daerah. Humas PPIH Embarkasi Adisumarmo, H Drs Akhmad Su'aidi SPd mengingatkan para jamaah agar mematuhi aturan yang telah disampaikan panitia haji setempat. Para jamaah tidak perlu membawa magic jar untuk menanak nasi. Pasalnya, selama 9 hari di Madinah, para jamaah mendapat jatah makan dua kali/ hari. Menunya juga disesuaikan dengan menu Indonesia sehingga dijamin sesuai dengan lidah jamaah. Selain itu, setiap jamaah mendapat living cost sebesar Rp 1.500 riyal. ''Saya kira dengan living cost sebesar itu dan pemberian jatah makan di Madinah 2 kali/hari sangat cukup. Pemberian jatah makan tersebut mulai diberlakukan pada musim haji tahun ini untuk memudahkan para jamaah.'' Pihaknya juga mengingatkan jamaah yang belum berangkat agar mempersiapkan diri sebaik- baiknya. Para jamaah diminta agar tidak melengkapi koper dengan kantong tambahan. Pasalnya, pemasangan kantong atau tali justru menyulitkan pemeriksaan petugas di Bandara King AbdulAziz. Tak jarang petugas terpaksa merobek atau menyilet kantong tersebut karena kesulitan memeriksa isi koper. Di Aziziyah Sementara itu pemondokan jamaah haji Indonesia di Makah tahun ini dikonsentrasikan ke sekitar wilayah Aziziyah yang kondisi rumahnya lebih bagus. ''Karena rumah-rumah di situ berkualitas hotel," kata Kabid Haji pada Konjen RI Jeddah, Muslim Nasution di Jeddah. Jamaah haji Indonesia yang akan ditempatkan di wilayah itu pada musim haji ini 48 ribu orang. Tahun lalu hanya 23 ribu orang. Meskipun jarak Aziziyah ke Masjidil Haram sekitar 2,5 km, jamaah disediakan "shuttle bus" sehingga hanya dalam lima menit sudah mencapai Masjidil Haram. Wilayah Aziziyah sebelumnya dikuasai jamaah Turki, kini mulai bergeser dan digunakan jamaah haji Indonesia. Selain dari kualitasnya, Konjen RI juga melihat faktor jalan yang rata dalam memilih wilayah pemondokan, seperti Misfalah dan Ja'fariyah. "Makah itu berbukit-bukit," katanya. Tahun ini pemerintah menyewa sekitar 260 rumah di Makah untuk 200 ribu haji. Pada haji tahun lalu 390 rumah. Tahun ini lebih sedikit karena bangunannya besar-besar berkapasitas 200 orang tiap rumah. (ant-G10, 58) Jadwal Keberangkatan Rabu, 22 Desember 2004 Kloter 7, sebanyak 399 jamaah asal Kab Klaten, pukul 00.01 Kloter 8, sebanyak 255 jamaah asal Kota Surakarta, 92 jamaah asal Kab Jepara, 53 jamaah asal Kab Klaten pukul 23.00 Kamis, 23 Desember 2004 Kloter 9, sebanyak 230 jamaah asal Kota Salatiga, 170 jamaah asal Kota Surakarta, pukul 02.00 Kloter 10, sebanyak 400 jamaah asal DIY, pukul 05.00 | ||||