| Rabu, 22 Desember 2004 | NASIONAL |
Bajaj Bajuri Tak Mau Kampanye Kenaikan Harga BBMJAKARTA - Sebagian kru dan pendukung produksi sinetron komedi Bajaj Bajuri menolak tawaran pemerintah untuk mengampanyekan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), baik melalui iklan layanan masyarakat maupun disisipkan dalam tayangan sinetron tersebut. Hal itu diungkap Rieke "Oneng" Dyah Pitaloka, salah satu pemain sinetron komedi yang memperoleh sambutan luas dari masyarakat itu, di Jakarta, Selasa, sebelum bersama beberapa artis lain menyampaikan penolakan atas kenaikan elpiji dan pertamax. "Kami pernah ditawari seorang menteri untuk turut mengampanyekan kenaikan harga BBM yang disebutkan demi kepentingan rakyat, tapi sebagian dari kami menolak, termasuk saya," kata artis yang juga mantan aktivis mahasiswa itu, seraya menolak menyebut menteri yang dimaksudnya. Sinetron Bajaj Bajuri sendiri, menurut Rieke, tidak alergi terhadap titipan isu, selama arahnya untuk kepentingan masyarakat luas, seperti isu tentang bahaya AIDS dan narkoba. Pada beberapa episode yang lalu, sinetron itu juga turut mengusung isu kewaspadaan terhadap uang palsu. Mengenai titipan isu kenaikan harga BBM, kata alumnus Universitas Indonesia (UI) itu, ia dan sejumlah rekannya menolak karena secara pribadi tidak setuju dengan kenaikan BBM yang mereka nilai merugikan rakyat, dan pasti akan banyak pihak yang menentang. "Saya yang berpenghasilan lumayan saja sangat merasakan dampak kenaikan itu, apalagi yang penghasilannya pas-pasan," kata artis yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengomentari kenaikan harga elpiji dan pertamax. Artis yang kini menempuh pendidikan pascasarjana Jurusan Filsafat di Universitas Indonesia (UI) Jakarta itu menuturkan, sebelum kenaikan harga pertamax, untuk mengisi penuh tangki mobilnya ia mengeluarkan Rp 150 ribu. Namun kini, ia mesti mengeluarkan Rp 250 ribu atau lebih banyak Rp100 ribu. (ant-58a) |