| Rabu, 22 Desember 2004 | NASIONAL |
Golkar Jateng Akan Memformat Koalisi PartaiSEMARANG- Berubahnya peta politik di pusat menyangkut Koalisi Kebangsaan setelah kekalahan Akbar Tandjung dalam Munas Golkar di Nusa Dua Bali, juga disikapi oleh jajaran pengurus Partai Golkar Jateng. Ada keinginan untuk membicarakan kembali format koalisi tersebut, namun semuanya dilakukan untuk kepentingan masyarakat Jateng. Ketua DPD Partai Golkar Jateng Bambang Sadono SY, Selasa kemarin, mengatakan pihaknya baru bertemu dengan ketua DPRD yang juga Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko. Pihaknya sepakat, kerja sama tidak hanya dengan PDI-P, namun juga partai-partai lain. ''Bagi saya sebagai ketua Partai Golkar Jawa Tengah, kalau untuk kepentingan Jateng apa pun akan kami lakukan. Termasuk kerja sama dengan partai-partai. Saya juga sudah bertemu dengan Ketua DPW PAN, Pak Munawar Sholeh untuk bicara mengenai hal yang sama,'' katanya didampingi Sekretaris DPD HM Fadholi dan Wakil Bendahara Sasmito. Dia menandaskan, kaitannya dengan hal tersebut akan dijalin kerja sama yang kemungkinan tidak perlu dalam bentuk formal koalisi seperti yang telah ada selama ini. Namun, dalam arti siap untuk bekerja sama dengan partai-partai lain. ''Kami akan bicarakan kembali formatnya, khususnya untuk Jateng. Tapi yang penting bahwa kami akan lakukan yang maksimal untuk kepentingan Jateng,'' tandasnya. Menurutnya , tidak menutup kemungkinan ada perubahan format. Namun, yang terpenting adalah tujuan dan prinsip yang terkandung dalam kerja sama tersebut. Kaitannya dengan pilkada langsung di 16 kabupaten/kota se-Jateng pada 2005, Bambang mengaku DPD I sudah mempersiapkan sebuah tim untuk memantau persiapan dan pelaksanaan hajatan tersebut. Hal itu menjadi salah satu program utama di antara kegiatan lainnya. Dia tidak memungkiri jika di setiap kabupaten/kota yang dalam 2005 menggelar pilkada langsung, ada calon yang muncul dari Partai Golkar. Sepanjang yang dia ketahui, DPD II memang sedang mempersiapkan calon-calonnya. Nantinya, lanjut Bambang, tim akan mengevaluasi bagaimana persiapan calon-calon dari Partai Golkar. Termasuk, bagaimana peluang atau kemungkinan keberhasilannya. Evaluasi itu akan dirumuskan sehingga didapatkan keputusan apakah Partai Golkar perlu maju sendiri atau berkoalisi, serta apakah mengambil posisi orang pertama (bupati/wali kota) atau cukup orang kedua (wakil). Sementara itu kaitannya dengan pelaksanaan maupun hasil Munas Partai Golkar, pihaknya menilai Akbar Tandjung telah dihormati dan diapresiasi. Mantan Ketua DPR RI itu juga dinilai telah berhasil memimpin partai di masa-masa yang sulit. Itu menunjukkan suatu indikasi pertanggungjawaban yang bersangkutan bersama jajaran pengurus DPP yang lama diterima dengan baik. ''Artinya, Jateng lebih bersikap memilih pemimpin yang baru tanpa melukai yang lama.'' Menurutnya, dengan terpilihnya Jusuf Kalla sebagai ketua umum dan jajaran pengurus lain seperti Surya Paloh dan Agung Laksono akan memberi dampak terhadap perkembangan Partai Golkar ke depan. Khusus di Jateng, dengan masuknya Prof Muladi dan Priyo Budi Santoso, akan memperkuat dukungan konstituen dari provinsi ini. (G7-58) |