| Rabu, 22 Desember 2004 | NASIONAL |
Ronaldinho Pemain Terbaik Dunia
ZURICH - Ronaldinho, bintang Brasil yang kini membela Barcelona, ditetapkan sebagai pemain terbaik dunia FIFA 2004 di Zurich, kemarin. Penilaian FIFA itu tak lepas dari penampilan gemilang selama 12 bulan bagi klub dan negaranya. Dinho, demikian panggilan akrabnya, membawa Barcelona menduduki posisi teratas di Divisi Liga Spanyol. Dia juga berperan besar dalam menempatkan Brasil pada posisi aman di babak kualifikasi Piala Dunia 2006 Zona Amerika Selatan. Pengumuman pemain terbaik itu dilakukan dalam acara di rumah opera Zurich. Dinho berhasil mengalahkan dua pesaingnya, Thierry Henry dari Prancis dan Andriy Shevchenko, pemain terbaik Eropa 2004 asal Ukraina. Sejak penghargaan terbaik digelar FIFA pada 1991, Dinho menjadi pemain keempat Brasil yang memenangi penghargaan ini setelah Romario, Ronaldo, dan Rivaldo. Ronaldo bersama Zinedine Zidane bahkan pernah meraih predikat terbaik sebanyak tiga kali. ''Dia sangat pantas menerima penghargaan itu. Dia fenomenal dan bermain cemerlang dengan gayanya sendiri,'' kata kapten Barcelona Carles Puyol. Dinho mendapat liputan besar ketika membobol gawang Inggris yang dijaga David Seaman pada Piala Dunia 2002. Tendangan parabolanya demikian mencengangkan dan menjadi salah satu gol terbaik di turnamen itu. Sukses Brasil menjadi juara World Cup 2002 yang digelar bareng Korsel dan Jepang semakin mengukuhkan kehebatan pemain berambut ikal dengan gigi tonggos ini. Paduan Sempurna Ronaldinho (24) adalah paduan sempurna dari seorang pesepakbola. Dia bahkan dianggap lebih komplet dari Ronaldo. Kemenangannya sebagai pemain terbaik FIFA sekaligus memupus ambisi Andriy ''Sheva'' Shevchenko yang sebelumnya dinobatkan sebagai Europen Player of the Year. Dari kaca mata teknis, Dinho memang lebih mantap. Namun gengsi kawasan, Dinho bukan pemain Eropa, dan faktor gelar juara membuat Sheva lebih diuntungkan. Selama tahun 2004, Dinho belum mampu memberi gelar buat Barca, sedangkan striker Ukraina itu menghadiahkan AC Milan sebuah scudetto. Dinho yang mengawali karier bersama Gremio Porto Alegre dan kemudian pindah ke Paris Saint Germain dan Barcelona, merupakan pemain dengan bakat istimewa. Dia mempunyai skill sangat bagus, tendangan mematikan dan kondisi fisik tanpa cacat. Menyaksikan sepak terjang Dinho bagaikan menonton akting aktor berkelas Oscar. Giringan bola, trik, dan kelincahannya sungguh mempesona. Salah satu aksi brilian Dinho terekam jelas pada saat Barca menjamu AC Milan di Liga Champions. Dengan kecepatan tinggi dia menerjang dari lapangan tengah, lalu membelokkan bola ke sisi kiri. Sebuah tipuan manis dilakukannya untuk memperdaya bek tengah Alessandro Nesta, sebelum dia menghukum ''mati'' kiper Dida dengan tembakan kaki kiri. Kaki kiri! Itu bukan kebiasaan pemain yang senang mengumbar senyuman di lapangan ini. Sebab, Dinho dikenal sebagai penembak kaki kanan yang luar biasa. ''Ambisi saya musim ini adalah merebut gelar bersama Barcelona,'' ungkap megabintang yang meninggalkan Paris Saint Germain menuju Nou Camp pada Juli 2003 ini. Musim ini ambisi Dinho untuk meraih trofi juara sudah dirintis dengan benar menyusul keberhasilan klubnya yang memimpin klasemen sementara La Liga. Peluang lain juga terbuka di ajang Liga Champions. (rtr,A7-59) | ||||