logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 NASIONAL
Line

Saksi Tak Kooperatif, Sidang Ba'asyir Ricuh


MENCOBA MAJU: Sejumlah pengunjung sidang kasus teror Abu Bakar Ba'asyir berdiri, berteriak, dan mencoba maju ke arah meja hakim. Namun upaya mereka bisa dicegah oleh aparat yang menjaga sidang, yang berlangsung di aula Departemen Pertanian RI, Jalan Ragunan, Jakarta Selasa (21/12) itu.(55a)

JAKARTA - Sidang terdakwa kasus teror Abu Bakar Ba'asyir, Selasa kemarin, berakhir dengan kericuhan. Kericuhan terjadi karena saksi M Nasir bin Abas tidak kooperatif ketika menjawab pertanyaan dari tim penasihat hukum Ba'asyir.

Insiden ini terjadi saat pengacara menyatakan protes atas sikap saksi. Ketika itu tiba-tiba pengeras suara di ruang sidang di aula Departemen Pertanian Jl. Ragunan Jakarta mati dan pengunjung sidang berdiri serta berteriak-teriak.

Aparat keamanan kemudian mengamankan saksi dan membawanya ke luar ruang sidang ketika pengunjung sidang mencoba merangsak maju ke arah saksi dan meja majelis hakim. Majelis hakim yang diketuai Sudarto juga meninggalkan meja sidang tanpa sempat mengetokkan palu sebagai tanda sidang diskors atau ditutup.

Insiden ini bermula ketika majelis hakim memberi kesempatan kepada pengacara Ba'asyir untuk mengajukan pertanyaan kepada saksi. Tapi saksi tampak enggan menjawab, dan kalau pun menjawab pendek-pendek. Ini berbeda dari jawaban saksi yang panjang lebar ketika ditanya oleh majelis hakim atau jaksa penuntut umum Salman Maryadi.

Tak Menjawab

Misalnya ketika penasihat hukum M Assegaf menanyakan mengenai tempat tinggal dan pekerjaannya di Indonesia, saksi yang berkewarganegaraan Malaysia ini menolak menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan tidak ingin menjawabnya.

Atas pertanyaan apakah memiliki dokumen di Indonesia, saksi menjawab bahwa itu urusan Kedutaan Besar Malaysia. Dan ketika ditanya kenapa ia tidak kembali ke Malaysia padahal ia sudah bebas, saksi menjawab, "Saya masih ingin di Indonesia."

Saat pengacara menanyakan soal lokasi kamp Hudaibiyah, yang disebut saksi sebagai milik Jamaah Islamiyah, ia juga tidak mau menjawabnya. Dan ketika ditanya apakah benar letaknya di Moro, Filipina Selatan, seperti data yang dimiliki pengacara, saksi juga tidak memberi keterangan.

Assegaf kemudian meminta agar Nasir kooperatif dan mau memberi keterangan seperti saat ditanya majelis hakim dan jaksa, yaitu menerangkan dengan lancar dan panjang lebar. Namun saksi tetap tidak mau menjawab pertanyaan dari pengacara.

Puncaknya, ketika salah seorang pengacara Ba'asyir mengajukan protes atas sikap saksi, tiba-tiba pengeras suara mati. Hal ini langsung memicu emosi pengunjung sidang yang berjumlah 300-an. Mereka berdiri, berteriak, dan mencoba merangsak maju.

Nasir Abbas adalah saksi pertama yang diperiksa kemarin. Seharusnya ada dua saksi lagi yang akan diperiksa, yaitu Ir Sutikno dan Imron Baihaki alias Mustofa. Keduanya sudah pernah diperiksa tapi dianggap perlu dimintai keterangan lagi. (F4-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA