logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 SEMARANG
Line

Banjir di Purwoyoso

PT IPU Harus Bangun Check Dam

SEMARANG- Ancaman banjir lumpur di Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan akibat meluapnya Kali Silandak dapat dikurangi dengan membuat check dam di tiga kawasan pada bagian hulu sungai tersebut.

Pembangunan check dam itu masing-masing berada di Kawasan Industri Candi, Perumahan Pasadena dan Perumahan Sulanji Graha. Rekomendasi itu muncul dalam dengar pendapat antara Komisi C DPRD Kota, Pemkot Semarang, PT IPU, LSM dan perwakilan warga Purwoyoso di DPRD Kota, Selasa (21/12).

Dr Ir Nelwan, staf pengajar Fakultas Teknik Undip dalam paparannya menjelaskan, sedimentasi di Kali Silandak andil terbesar berasal dari tiga kawasan tersebut. Di Kawasan Industri Candi (KIC) yang masih dikembangkan PT IPU, akibat penggarapan kawasan itu menimbulkan banjir lumpur ke Kali Silandak.

Di Perumahan Pasadena dan Sulanji Graha, yang kini sudah ditinggal pergi pengembangnya, sebagian besar kawasan itu tidak punya daerah resapan. Sebab rumah warga halamannya sebagian besar diplester dengan lapisan semen. Sehingga air hujan langsung mengalir ke Kali Klampisan yang menyatu ke Kali Silandak.

"Untuk mengurangi banjir lumpur tersebut tidak bisa dengan pelurusan Kali Silandak di bagian hulu, karena debitnya masih tinggi. Setiap tahun akan ada perbaikan akibat tingginya sedimentasi lumpur yang dibawa sungai," kata dia yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Peduli Banjir dan Lingkungan (LMPBL) Kota.

Sehingga untuk mengamankan Purwoyoso dari ancaman banjir lumpur, sedimentasi dari Kawasan Industri Candi, sebagai kawasan yang berandil paling besar adanya sedimentasi, harus dikurangi. DI KIC, sedimentasi sampai 20 m3/detik. Sedangkan di Perumahan Pasadena dan Sulanji, masing-masing sedimentasinya 10 m3/detik.

Bagaimana caranya? PT IPU sebagai pengembang kawasan itu harus membangun check dam. Dengan fasilitas itu akan menghambat laju lumpur.

"Apabila sekarang PT IPU telah membangun embung, tetapi sebenarnya itu bukan embung. Sekarang dibangun, besok terjadi hujan tempat itu sudah penuh lumpur lagi. Jadi itu namanya check dam," ungkap dia.

Sedang Heru Sidarta, wakil PT IPU menjelaskan, pihaknya sedang memperbaiki penampung endapan lumpur karena kondisi sekarang lebih banyak endapan lumpur daripada air. Selain itu, PT IPU membuat penghalang-halang guna menghambat laju lumpur dengan menyediakan ribuan karung.

Sedang Kepala Dinas Tata Ruang Kota dan Permukiman (DTKP) Ir Agung Prijo Oetomo mengemukakan, kalau DPRD Kota mengizinkan Pemkot akan mengusulkan pembangunan bak-bak penampung air di perumahan Pasadena dan Sulanji, mengingat dua perumahan itu sudah ditinggalkan pengembangnya. Sedang di KIC, perusahaan pengembang di kawasan itu wajib menyediakan fasilitas sendiri. Komisi C DPRD, melalui Wakil Ketua R Yuwanto, menyatakan, pada prinsipnya tidak keberatan dengan langkah itu.(G17,H1-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA