| Rabu, 22 Desember 2004 | SEMARANG |
Lewat Buku, Gubernur Memuji dan Mengkritik SukawiFORUM Interaktif Masyarakat dan Kelompok Interaktif Masyarakat atau lebih dikenal dengan FIM/KIM Kota Semarang, baru-baru ini meluncurkan sebuah buku tentang sosok Wali Kota Sukawi Sutarip. Di hadapan peserta halalbihalal LPMK, KIM/FIM, PKK, Karang Taruna di aula Fakultas Kedokteran Undip, buku itu diluncurkan. Buku setebal 116 itu berjudul "Sukawi Sutarip Di Mata Masyarakat", berisi komentar tentang kiprah Sukawi Sutarip selama menjabat wali kota. "Buku itu berisi saran dan kritik selama kepemimpinan Pak Sukawi sebagai wali kota," kata Nunung Sriyanto SH, selaku salah satu editor buku tersebut. Editor lain Ganjar Triadi Budi Kusuma SPd. Semua kalangan berkomentar dalam buku itu. Mulai dari Gubernur Jateng H Mardiyanto, bupati kabupaten tetangga, para rektor perguruan tinggi di Kota Semarang, camat, lurah, ketua RT sampai pedagang kaki lima. "Buku ini kado spesial bagi Pak Kawi atas kinerjanya selama lima tahun memimpin Semarang," ucap Nunung yang juga Ketua FIM Gayamsari itu. Buku memang tak sekadar ajang curahan pujian atas keberhasilan Sukawi dalam memimpin Semarang. Gubernur Mardiyanto meski pada bagian awal memuji kerja Sukawi, di belakang tak lupa mengkritik pria kelahiran Pati itu. "Di bidang ekonomi pada tahun 2002, Kota Semarang menjadi salah satu pemberi andil yang cukup besar terhadap perekonomian di Jateng. Yang ditunjukkan oleh nilai PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 17,20 triliun, bersama Kabupaten Kudus sebesar Rp 10,50 triliun," kata Gubernur. Mardiyanto juga memuji, di bidang keamanan dan kehidupan sosial politik juga menunjukkan kondisi yang stabil dan kondusif. "Itu semua tidak lepas dari keberhasilan kepemimpinan Wali Kota Sukawi Sutarip yang secara periodik berkunjung ke kelurahan. Kunjungan itu untuk melihat dari dekat persoalan dan potensi wilayahnya, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat," sambungnya. Namun pada bagian lain, dia mengingatkan agar Pemkot Semarang dan masyarakat berbenah diri dalam membuka ruang kemudahan bagi tumbuhnya investasi dan pariwisata. Apalagi setelah Bandara A Yani menjadi bandara internasional. Untuk itu, dia meminta agar ketertiban, penataan lingkungan, pengembangan jalur jalan untuk kelancaran akses transportasi perlu ditingkatkan. "Seperti pemasangan iklan di pinggir dan sudut jalan kota, merebaknya pedagang kaki lima yang berkembang seperti jamur di musim hujan. Kemudian merebaknya anak jalanan dan pengaturan taman kota. Itu merupakan sisi khusus yang perlu mendapatkan perhatian penataan, sesuai motto Semarang Kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat)," kata Gubernur. (Jamal Al Ashari-64) |