logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 SEMARANG
Line

Potensi Lisus Berkurang

  • Radar Cuaca Masih Langka

SEMARANG- Munculnya lisus yang bisa merusak bangunan tak bisa dicegah. Upaya paling efektif yang bisa dilakukan Pemkot untuk mencegah timbulnya korban adalah dengan menyosialisasikan pengetahuan tentang cuaca. Pengetahuan semacam itu berguna bagi warga agar mereka bisa meningkatkan kewaspadaan.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Meteorologi (BMG) Jateng Drs Widada Sulistya DEA, Selasa (21/12), di ruang kerjanya. Dia mengatakan, kemungkinan terjadi lisus memang lebih banyak saat peralihan musim. Sebaliknya, memasuki musim hujan, kemungkinan akan berkurang.

"Namun itu tidak berarti pada musim hujan tidak akan terjadi lisus," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini di utara Indonesia, tepatnya di dekat Filipina, terjadi badai Naru. Di barat daya juga terdapat pusaran angin. Keduanya bisa mengganggu atmosfer di Indonesia, sehingga memunculkan awan Cumulunimbus.

Dasar awan itu cukup dekat, yakni sekitar 500 meter dari permukaan bumi. Puncak tertinggi awan pembawa hujan tersebut bisa sampai 15 km. "Awan seperti itu tidak hanya akan menimbulkan hujan deras, tapi juga bisa memunculkan lisus."

Selain mendung tebal, tanda-tanda awal bakal muncul lisus adalah pertambahan kecepatan angin kencang. Pada saat seperti itu warga disarankan menghindari pohon besar atau bangunan-bangunan yang mudah ambruk. "Jika warga memiliki pengetahuan semacam itu, mereka akan lebih waspada," katanya.

Dia mengatakan, lisus memang tidak bisa dicegah, namun bisa diramalkan. Radar cuaca dengan kemampuan semacam itu sudah banyak digunakan oleh pemerintah di negara maju, seperti Jepang. Sayang, di Indonesia termasuk Kota Semarang peralatan seperti itu belum ada.

BMG Jateng memang memiliki radar cuaca yang antara lain ditempatkan di Wologito. Namun radar cuaca itu hanya mampu untuk melihat pergerakan awan. Sementara pergerakan angin di dalamnya yang merupakan salah satu faktor pembentuk lisus, belum bisa diamati.

"Maka, alangkah baik jika pemerintah bisa membantu dengan membiayai pembelian alat semacam itu," kata dia. (G6-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA