| Rabu, 22 Desember 2004 | SEMARANG |
Sekretaris OtodidakSEJAK semula, Ferry Numi Chandrawati sebenarnya tak terlampau berambisi untuk menjadi pucuk pimpinan pada sebuah organisasi sekretaris. Tapi rupanya, paparan yang disampaikan alumnus Sastra Inggris Undip itu telanjur memesona para anggota yang hadir dalam musyawarah cabang ISI Kota Semarang. "Ada tiga kata kunci bagi bagi sekretaris maupun organisasinya. Yakni, image, knowlegde, dan networking," papar Ferry ketika itu. Rupanya, konsep yang disampaikan sekretaris direksi PT Geographic Information System Asia (Gisia) tentang arti penting citra, pengetahuan, dan penguatan jaringan memperoleh respon positif dari para anggota ISI. Buktinya, dia mengungguli tiga calon ketua lainnya. Ferry terpilih menggantikan Dewi Permanawati (Bank Niaga), yang telah dua periode memimpin organisasi tersebut. Bagi lajang kelahiran Ungaran 1 Januari 1976 itu, menjadi sekretaris tak cukup keterampilan kesekretariatan saja. Lebih dari itu, harus membekali diri dengan kompetensi lainnya. "Sekretaris itu harus bisa meng-handle segala macam kerja yang terkait dengan pekerjaan di perusahaan. Ada baiknya, kalau sekretaris juga bisa membuat presentasi, komunikasi, dan segala macam kemampuan tambahan lainnya," tambahnya. Ia mengaku, tidak pernah menempuh pendidikan formal sebagai seorang sekretaris. Pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan tugas sekretaris diperolehnya secara otodidak. Pengalaman bekerja pada beberapa perusahaan yang dilakoninya beberapa waktu belakangan, memberikan bekal yang memadai untuk tugasnya sekarang. Ia pernah bekerja pada perusahaan ekspor impor hingga kantor akuntan publik. Dari pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, Ferry menempuh "pendidikan" menjadi sekretaris. Sebab, setiap pekerjaan itu membuat dia terbiasa berkorespondensi dengan menggunakan bahasa asing. Selengkapnya? "Ditambah dengan baca buku dan di-combine dengan penguasaan teknologi." Soal kemampuan tambahan, Ferry memiliki pengalaman lain yang diperolehnya. Alumnus SMAN 1 Ungaran itu kenyang pengalaman mengajar di pelbagai tempat. Beberapa tahun ia menjadi pengajar paruh waktu pada PT Centra Agrexpindo, untuk peningkatan penguasaan bahasa Inggris pada perusahaan itu. (Achiar M Permana-84 ) |