logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Desember 2004 SEMARANG
Line

Jalan Raya Kaligawe Cepat Rusak

SEMARANG-Banjir akibat luapan Kali Tenggang yang masih menggenangi Jalan Kaligawe dikhawatirkan membuat jalan tersebut cepat rusak. Karena gerusan roda kendaran berat, akan muncul lubang-lubang jalan. Akibatnya, mengganggu pemakai jalan bahkan bisa menelan korban jiwa.

Sopir bus Terboyo-Mangkang, Sunaryo (35) mengatakan, kerusakan jalan mengakibatkan angkutan umum menghindari risiko terperosok lubang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan onderdil kendaraan. Risiko lainnya, untuk menghindari macet akibat arus lalin yang merambat.

"Jika kerusakan tak segera ditangani banyak sopir angkutan umum yang memilih tidak memasuki Terminal Induk Terboyo. Misalnya dari Jl Pengapon, banyak angkot yang memilih langsung masuk ke Jl Raden Patah," katanya.

Dari pantauan Suara Merdeka di lokasi, hingga Selasa (21/12) siang, ruas jalan di Jl Raya Kaligawe Km 3, masih tergenang banjir. Ruas jalan yang tergenang sejak di bawah terowongan Tol Muktiharjo sampai depan sebuah pabrik es (sebelum pertigaan Jl Muktiharjo Raya).

Meski ada tanda-tanda air mulai surut, namun tidak sampai signifikan. Ketinggian air di lokasi itu antara 5 cm - 20 cm. Banyak pemakai jalan yang berupaya menghindari genangan sepanjang sekitar 100 meter itu dengan memilih jalan Arteri Utara.

Khususnya kendaraan berat yang menuju ke luar kota dan kendaraan roda dua. Sebagian pemakai jalan lainnya, tetap nekat menerjang banjir. Bagi warga yang nekat melintas di ruas jalan yang banjir, motornya mengalami mogok. Hal itu disebabkan busi kendaraan mereka tersiram air akibat hantaman gelombang yang diakibatkan laju truk, mobil atau bus yang agak kencang. Beberapa pengendara motor pun menggerutu akibat motor macet, serta sepatu dan celana basah kuyup.

Pemandangan sama terjadi di Jalan Muktiharjo Raya. Genangan banjir sepanjang lebih kurang 250 meter itu masih cukup tinggi, mencapai 50 meter. Tak ada tanda-tanda genangan surut.

Banyak pengemudi motor yang menjadi "korban" pengemudi mobil atau truk yang melaju agak kencang. Ombak besar yang diakibatkan laju mobil atau truk, menenggelamkan posisi busi motor. Akibatnya, banyak motor yang mogok. Tak pelak, mereka harus repot-repot menghidupkan motor di ujung Jl Singoyudan, Genuk cukup lama.

"Kurang ajar mobil itu. Naik mobil ndak kira-kira. Mbok melihat kami yang naik sepeda motor," kata Suparno (35), warga Bangetayu Wetan, kemarin pagi. Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Ir Rosyid Hudoyo, Selasa (21/12) mengakui, aspal memang tidak tahan terhadap genangan. Apalagi jika pada saat bersamaan, tempat itu dilalui kendaraan berat. Maka jika jalan itu terus tergenang, tak lebih dari sepekan pasti akan berlubang.

Dia menjelaskan, ruas Jl Kaligawe merupakan jalur nasional yang penanganannya dilakukan oleh Dinas Binamarga Jawa Tengah. Maka ketika kerusakan jalan terjadi, pihaknya akan meminta agar instansi itu memperbaiki.

Pengalihan

Terpisah, YMT Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Arief Moelia Edhie mengakui, genangan di Jalan Raya Kaligawe bisa menyebabkan kemacetan. Jika hal itu sampai terjadi, pihaknya akan menurunkan petugas untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas. Jika banjir hanya di sebelah barat jembatan tol seksi C, maka kendaraan dari arah Demak bisa melalui Jl Woltermonginsidi, Bangetayu, dan Arteri Soekarno Hatta. (G6,G5-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA