| Rabu, 22 Desember 2004 | KEDU & DIY |
Kepala SMA Berlatih InternetPURWOREJO-Sebanyak 62 kepala SMA, guru mata pelajaran Teknologi Informasi (TI), dan beberapa pegawai Dinas Pendidikan berlatih mengoperasikan internet, Selasa dan Rabu ini. Pelatihan internet goes to school itu dipusatkan di SMA 1 Purworejo. Kepala Dinas Pendidikan Drs Sudharmo Subroto MM ketika membuka pelatihan mengingatkan, sekarang kalau tidak mengikuti perubahan zaman akan tergilas kemajuan teknologi. Dalam dunia perdagangan pun sebuah komoditas tidak akan laku dijual secara luas bila tidak sesuai dengan standar internasional. Karena itu, dia mengingatkan pegawai di jajarannya untuk selalu meningkatkan pengetahuan. Tetap Dijaga Dia menyebutkan, perilaku sopan harus tetap dijaga. Namun, perilaku yang berhubungan dengan inovasi teknologi harus berubah ke arah yang lebih baik. Tidak ketinggalan pula dalam dunia internet. Dia mengemukakan, pada era otonomi daerah ini kualitas sumber daya manusia (SDM) pegawai negeri sangat penting. Itu setidaknya untuk mengubah penilaian bahwa dari total pegawai negeri saat ini hanya 40% yang bekerja maksimal. Padahal, negara kita saat ini harus bersaing dengan 49 negara berkembang lain. Berkenaan dengan itu, dia mendukung pelatihan internet yang terselenggara berkat kerja sama PT Telekomunikasi Kancatel Purworejo dan SMA 1. Dia berharap kegiatan semacam itu akan berkembang lebih luas. Dengan demikian, diharap SDM pegawai Dinas Pendidikan akan lebih baik. ''Komputer tidak akan berarti jika didiamkan saja. Pengoperasian alat canggih itu perlu kemampuan,'' tuturnya. Manajer PT Telkom Kancatel Purworejo Sugeng Yunianto mengemukakan, kegiatan itu merupakan wujud partisipasi dari pihaknya untuk memperkenalkan internet kepada jajaran pendidik. Hal itu mengingat pada 2006 mendatang internet akan menjadi pelajaran wajib di SMP-SMA. Kegiatan yang sama akan dilakukan beberapa kali lagi pada triwulan pertama tahun depan. Dia menambahkan, dalam pelatihan kemarin setiap sekolah diikuti kepala sekolah dan seorang guru TI. Peserta berasal dari 26 SMA negeri dan swasta di kota itu ditambah dua pengawas SMP dan SMA, selebihnya staf Dinas Pendidikan. (yon-20e) |