SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Senin, 20 Desember 2004

SEMARANG-Kenaikan harga elpiji kali kedua tahun ini disambut dingin oleh masyarakat konsumennya. Harga yang semula Rp 3.000/kg mulai kemarin oleh Pertamina dinaikkan 41,6% menjadi Rp 4.250/kg.

WONOGIRI-Kenaikan harga elpiji sekitar 40% sejak kemarin dikeluhkan oleh kalangan ibu rumah tangga. Kenaikan itu dinilai sebagai kebijakan yang mencerminkan tidak ada keberpihakan kepada rakyat dan berdampak memberatkan anggaran belanja.

 

SEMARANG-Angka pengangguran yang tinggi akibat ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja menuntut masyarakat menciptakan lapangan kerja sendiri. ''Salah satu caranya adalah berwirausaha. Faktor eksternal dan internal menentukan kesuksesan suatu usaha,''.

JAKARTA-Kebutuhan investasi untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia agar mendorong laju partumbuhan ekonomi yang diharapkan 6-7% per tahun diperkirakan rata-rata Rp 135 triliun atau 15 miliar dolar AS/tahun selama sepuluh tahun ke depan.

JAKARTA-Perum Bulog akan membeli gabah petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang akan ditetapkan dalam Inpres tentang Perberasan, asal kualitasnya memenuhi standar.

 

JAKARTA-Kebangkrutan bank selama ini sebagian besar akibat penyelewengan pemegang saham mayoritas. Misalnya yang terjadi di Bank Global, Bank Dagang Bali (BDB), dan Bank Asiatic.

TIGA hari pada pekan lalu, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 Desember bursa ''sakit'' tatkala indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di posisi 936, 922, dan 939. Hari berikutnya sembuh dengan indikator IHSG pada posisi 957 dan 973.

SEMARANG-Enam puluh delapan persen atau atau Rp 2,5 trilun dari total kredit yang disalurkan Bank BRI ditujukan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

JAKARTA-Selama 2004 sektor perbankan menunjukkan perbaikan kinerja yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan selama 2003. Rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) selama 7 bulan 2004, misalnya, naik 4,6% atau sedikit di bawah kenaikan selama 12 bulan penuh 2003.

 

SURABAYA-PT Clipan Finance Indonesia Tbk berencana mencatatkan obligasi Clipan Finance Indonesia II 2004 seri A,B, dan C senilai Rp 200 miliar mulai Senin ini. Bursa Efek Surabaya (BES) menginformasikan obligasi Seri A nilai emisi Rp 50 miliar dengan nilai pemindahbukuan Rp10 juta, bunga tetap 10 per tahun,

JAKARTA-PT Jakarta Setiabudi Internasional (JSI) Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai perusahaan publik sejak 1988 pada akhir 2003 lalu membukukan keuntungan Rp 28,9 miliar lebih.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA