logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 SALA
Line

Lantai Jembatan Tegalwire Retak

BOYOLALI - Lantai Jembatan Tegalwire I, Desa/Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, sejak kemarin dilaporkan patah. Akibatnya, arus lalu lintas (lalin) dari Semarang dilewatkan ke dalam kota.

Semula, setelah perempatan terminal bus Boyolali, angkutan umum dari Semarang belok kiri melintasi lingkar utara. Namun, karena lantai jembatan rusak, angkutan umum dialihkan ke kawasan kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan, dan Kebersihan (DPUPK) Ir Moh Ashuri saat dimintai konfirmasi mengatakan, keretakan lantai jembatan cukup memprihatinkan. Jika tetap dilalui angkutan umum, dikhawatirkan bisa timbulkan korban. ''Karena itu kami mengambil langkah menutup jalur lingkar utara sampai perbaikan lantai jembatan selesai,'' katanya.

Lantai Jembatan Tagalwire, lanjut Ashuri, sebenarnya terbuat dari beton. Namun kenyataannya, lantai jembatan retak 5,5 meter. Jadi harus diperbaiki dengan mengganti beton dan diperkuat pagar besi di bawahnya.

Pembangunan lantai jembatan itu diperkirakan berlangsung satu bulan. ''Jadi, paling lambat akhir Januari 2006,'' katanya.

Biaya APBD

Meski lantai retak, konstruksi atau tiang jembatan tidak rusak. Tiang jembatan masih kokoh dan bisa digunakan. Kerusakan lantai itu berada di ujung jembatan bagian barat. Meski demikian jembatan itu masih bisa dilintasi sepeda motor, tetapi tertutup untuk kendaraan beroda empat.

Ashuri mengatakan, jembatan itu dibangun pada 1988/ 1989, dengan panjang 12 meter dan lebar 5,5 meter.

Perbaikan lantai jembatan itu akan dibiayai APBD. Meski begitu hingga saat ini belum diketahui jumlah biaya yang dibutuhkan.

Pengalihan arus lalu lintas dilakukan atas koordinasi Polres dan dinas terkait. Selama perbaikan, para pemakai jalan khususnya angkutan umum tidak diperbolehkan melintasi lingkar utara.

"Kami mengambil langkah untuk menghindari korban,'' katanya. (shj-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA