logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 SALA
Line

Penjual Emas Palsu Nyaris Dikeroyok

SRAGEN- Nekat menjual perhiasan emas palsu di Toko Emas Sahid III, Sutiman (44) warga RT 35 RW 7 Klembon, Desa Pilang, Masaran, kemarin nyaris dikeroyok. Pelaku dikepung sejumlah pedagang Pasar Kota dan berhasil diamankan satpam. Pelaku lain, Suratno (46) kabur dari kepungan massa. Barang bukti emas palsu tujuh gram dan motor Yamaha Vega AD-5385-DN milik pelaku diamankan polisi.

''Sebelum massa marah dan berniat mengeroyok, pelaku diamankan petugas Reskrim dan Pamapta Polres Sragen,'' tutur Aiptu Djuwahir, anggota Reskrim Polres, kemarin.

Diduga pelaku sudah beberapa kali menjual perhiasan emas palsu di sejumlah toko di Sragen. Sebab, pemilik Toko Emas Ragil dan Sahid, pernah memergoki pelaku menjual perhiasan berlapis emas tetapi didalamnya hanya lempengan tembaga. Ketika akan ditangkap, pelaku kabur. Namun nahas, Minggu pukul 09.00 kemarin pelaku berhasil tertangkap.

Diperoleh keterangan, awalnya pelaku Sabtu (18/12) menjual gelang emas palsu model Itali di Toko Sahid III kompleks Pasar Kota seharga Rp 580.000. Perhiasan emas disertai surat dari Toko Emas King Jl Blauran No 38 Surabaya. Ketika menerima barang dan surat, karyawan toko percaya dan membeli emas seberat tujuh gram Rp 580.000.

Ketika pelaku sudah meninggalkan toko, karyawan terkejut karena saat di cek ternyata perhiasan itu dari tembaga dan hanya pelapisnya yang terbuat dari emas. Ir Qomaruddin, pemilik toko emas memburu pelaku tapi tidak ditemukan.

Diulang

Aksi serupa diulang kembali. Pelaku Minggu (19/12) sekitar pukul 08.45 menjual lagi emas palsu ke Toko Emas Sahid I. Saat menyodorkan barang, salah seorang karyawan mengenali kalau pelaku. Sebab sehari sebelumnya Sutiman menjual perhiasan emas palsu di Toko Sahid III. Padahal perkara masuknya emas palsu di toko itu, sempat menjadi pergunjingan karyawan Sahid grup.

Karyawan kemudian mempersoalkan barang dagangan emas yang akan dijual itu. Melihat gelagat tidak menguntungkan, pelaku berusaha kabur. ''Dia tertangkap saat akan mengambil sepeda motor Yamaha Vega di tempat parkir,'' tutur seorang satpam.

Ketika diperiksa, Sutiman mengaku menjual perhiasan emas bersama Suratno, kakaknya. Dalam pemeriksaan awal, Sutiman sudah beberapa kali menjual emas palsu ke sejumlah toko emas di Pasar Kota Sragen. Antara lain Toko Emas Ragil dan Sahid.(nin-92)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA