logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 SALA
Line

Empat Irigasi Rusak 157 Ha Sawah Bera

  • 26 Rumah Diterjang Lisus

WONOGIRI - Empat bangunan irigasi di Kecamatan Puhpelem dan Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri, dilaporkan rusak akibat bencana banjir lokal. Dampaknya, sekitar 157 ha sawah terancam bera (tak dapat digarap).

Camat Drs Bambang Haryanto mengatakan, di Kecamatan Puhpelem terdapat tiga sarana irigasi rusak oleh banjir. Pertama, saluran irigasi bendung (dam) di Desa Golo ambrol di empat titik dengan kerusakan sepanjang 30 meter dan tinggi 2 meter.

Akibatnya, 80 ha lahan tak dapat diairi. Kedua, saluran irigasi Jengglong Desa Nguneng. Tebing talud di tempat itu putus sepanjang 25 meter dan tinggi 2 meter. Hal itu juga menyebabkan 12 ha sawah terlantar.

Ketiga, saluran irigasi Goa rusak. Kerusakannya sepanjang sekitar 17 meter dan tinggi 6 meter, serta menyebabkan 35 ha sawah termasuk tanah banda Kelurahan Giriharjo tak dapat diairi.

Bangunan talud penguat tebing jalan dan saluran pembuangan air hujan pada ruas Nguneng-Sukorejo juga longsor di lima titik. Dampaknya hubungan darat antardesa terancam terputus. Kerusakan akibat banjir juga terjadi pada bangunan Kantor Desa Tengger, dinding temboknya retak-retak karena fondasi ambles.

Para pamong desa kini waswas jika bangunan itu sewaktu-waktu runtuh.

Kerugian akibat kerusakan tiga sarana irigasi, ambrolnya talud jalan, dan kerusakan bangunan kantor desa, ditaksir oleh Camat Bambang Haryanto, sekitar Rp 287 juta. Dari Kecamatan Jatiroto, Camat Drs Sudiro MM mengemukakan, ada saluran irigasi di Desa Pengkol dilaporkan ambrol.

Hal itu menimbulkan volume kerusakan panjang 10 meter, lebar satu meter, dan tinggi 4 meter. Akibatnya, fungsi irigasi pada sekitar 30 ha sawah macet. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 10 juta.

Pohon Tumbang

Sementara itu, Camat Ngadirojo Sumarno SH MM melaporkan, bencana lisus di wilayahnya tidak hanya merusak 12 rumah penduduk di Desa Mlokomaniswetan saja (SM, 18/12), tapi juga 5 rumah di Desa Jatimarto dan 9 rumah di Desa Kerjolor.

''Total yang rusak 26 rumah,'' tegasnya. Selain itu, tanaman pangan dua penduduk Desa Kerjolor, yakni Sakinem dan Tukidjo, juga rusak.

Camat Sumarno memperkirakan total kerugian akibat kerusakan rumah dan tanaman itu mencapai sekitar Rp 77,5 juta. Jumlah ini belum termasuk kerugian akibat puluhan pohon tumbang dan jaringan listrik yang terputus di tiga desa yang dilanda lisus itu. (P27-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA