| Senin, 20 Desember 2004 | SALA |
Waspadai Pendatang dari Daerah EndemisMUSIM penghujan disambut para petani dengan gembira. Sebab mereka bisa segera mengolah tanah. Namun musim penghujan juga harus diwaspadai karena biasanya dibarengi dengan kemunculan beberapa jenis penyakit. Apa upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut petikan wawancara dengan Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sukoharjo, dr Suryono M Kes: Penyakit apa saja yang perlu diwaspadai saat musim penghujan ? Penyakit itu antara lain demam berdarah (DB), diare, dan malaria. Berapa jumlah penderita DB tahun ini ? Sejak Januari hingga 10 Desember 2004, terdapat 263 pasien yang ditangani. Delapan di antaranya meninggal dunia. Padahal, kami sudah mengantisipasi sejak dini dengan melibatkan puskesmas dan tokoh masyarakat. Apa saja yang dilakukan? Berbagai penyuluhan telah diberikan kepada masyarakat. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ban dan botol bekas sering dibiarkan tergeletak dan terisi air hujan. Padahal, genangan itu sangat potensial sebagai tempat bertelur nyamuk Aedes aegypti. Kami mengimbau ban dan botol bekas serta tempat yang bisa menampung air hujan itu ditimbun tanah. Bila masih digunakan, letakkan barang-barang itu di tempat yang terlindung dari air hujan. Ada upaya lain? Ya, kami sudah menyiapkan abate. Anggota masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi puskesmas terdekat. Sebab abate bisa diperoleh secara gratis. Kalau kehabisan bisa langsung kontak Dinas Kesehatan. Bagaimana antisipasi wabah malaria? Desember ada dua momen yang perlu diwaspadai, yaitu Natal dan Tahun Baru 2005. Saat ini ada beberapa daerah yang berperang melawan malaria. Nah, kalau ada saudara dari daerah endemis malaria harus diwaspadai. Bila ada tanda mencurigakan lebih baik segera diperiksakan ke puskesmas atau dokter terdekat. Perlu pula diwaspadai kebersihan makanan. Sebab pada musim penghujan biasanya banyak lalat. Nah, jangan sampai lalat itu hinggap di makanan. Karena itu makanan yang tidak berbungkus harus diberi tutup. (Joko Murdowo-20i) |