logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 RAGAM
Line

Jenis Akar-akaran Hutan untuk Obati HIV/AIDS

OBAT tradisional dari tumbuhan umumnya tanpa efek samping dan tidak berbahaya. Khasiatnya sudah banyak yang membuktikan. Karena itu, dari segi kenyamanan lebih dapat dipahami untuk pengobatan alternatif.

''Bahkan yang namanya akar tumbuh-tumbuhan dari hutan bisa dimanfaatkan untuk mengobati HIV/AIDS,'' kata tabib Ki Tjipto Pringgodani, ditemui di ruang praktiknya, Jl Wologito VII/79, Semarang.

Tanpa menyebutkan jenis akar tumbuhan hutan yang mana, namun ia menjelaskan, saripati akar pinang, akar kemboja atau daun muda jambu biji, sangat efektif untuk penyembuhan asam urat. Demikian juga saripati herba seperti widoroupas, gadingcina, tapakliman, sambiloto, kemuning, adas pulowaras, tempuyung, meniran, untuk penyembuhan alternatif sejumlah penyakit.

Pengadaan obat dari ramuan jenis tanaman mudah ia dapatkan. Makanya Ki Tjipto siap membantu para pasien yang datang meminta pertolongannya, dan jenis ramuan tersebut tersedia di tempat praktiknya. Termasuk kelebihan ramuan obat tradisionalnya yang telah dibuktikan kasiatnya melalui pengalaman penyembuhan terhadap Hj Sriyati, penderita kanker hati stadium lanjut.

Pertolongan tabib tersebut, kata Hj Sriyati setelah pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo tidak menunjukan perkembangan berarti. Setelah minum ramuan tradisional yang bahannya dari tanaman dan akar-akaran di hutan, dua bulan kemudian, merasakan sehat.

Menurutnya, kesembuhan penyakitnya diketahui sesuai hasil laboratorium yang dilakukan dr Sulaiman. Melihat kondisi yang membaik secara mengejutkan, sempat tenaga medis yang menangani menanyakan obat apa yang telah diminumnya.

Dari kesaksian pasiennya itu, bisa diketahui ramuan obat tradisional tabib yang siap dihubungi untuk mengobati pasien, lewat telpon (024) 7614223 atau HP 08122931058 itu, terbukti khasiatnya.

Kanker Hati dan Gagal Ginjal

Keberhasilan membuat ramuan obat tradisional juga dirasakan oleh Suntoro sopir taksi di Jakarta. Ia sakit hepatitis-C kronis, setelah dua bulan diobati, sakitnya sembuh. Pengakuan serupa dikatakan Suharti dari Sunter Jakarta Utara, dijumpai di sela-sela pasien lain. ''Setelah empat bulan diobati, kanker kandungan stadium lanjut yang menyerang saya, sembuh,'' akunya.

Berkat kesaksian dari pasien-pasiennya yang berhasil disembuhkan melalui racikan ramuan obat tradisionalnya itu, Ki Tjipto kini juga praktik membantu penyembuhan penyakit HIV/AIDS. Ramuan yang diperuntukan jenis penyakit ini juga tetap berprinsip pada pemanfaatan tumbuh-tumbuhan.

Sebagai juru sembuh, tabib ini nampaknya lebih mengkhususkan pada penyakit kanker hati dan gagal ginjal, yang ramuan obatnya terdiri atas sambiloto, widaraupas, lence, kemuning putih, alpokat, buah go sam si, dan temuireng.

Namun dikakui, idealnya mengobati penyakit dilakukan oleh dokter. Tetapi apa salahnya menggunakan media tradisional yang dalam banyak hal juga bisa dipertanggungjawabkan.(Priyonggo-35)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA