| Senin, 20 Desember 2004 | PANTURA |
Setiap Tahun Desa Purbayasa Langganan BanjirSLAWI- Masyarakat Desa Purbayasa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal menuntut pembuatan saluran guna mengatasi banjir yang melanda desanya. Sebagian besar warga mengeluh, bencana banjir yang datang tiap tahun itu memunculkan berbagai macam penyakit, antara lain diare dan muntaber. Selain itu lahan pertanian juga sering terendam, sehingga gagal panen. Kesulitan warga itu Sabtu lalu (18/12) disampaikan Kepala Desa Purbayasa, Amir Hamzah. Dia mengatakan, meski telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir, hasilnya tetap tidak ada perubahan berarti. "Sejak dulu kami sudah berusaha membuat saluran, tapi masih juga tidak mampu menampung debit air yang besar,'' kata dia di depan Komisi C DPRD yang melakukan peninjauan di desa tersebut. Menurut dia, musibah banjir disebabkan letak geografis Desa Purbayasa dibandingkan dengan desa sekitar lebih rendah. Setiap hujan turun, air Desa Rancawiru, Dermasandi, Jenggawung, dan Desa Talok mengalir menuju Desa Purbayasa. Akibatnya, banjir selalu terjadi. ''Bahkan hujan yang terjadi dua minggu lalu, meski hanya turun dua jam air menggenang tiga hari. Dari delapan RT, empat RT di antaranya kebanjiran dalam peristiwa itu. Agar musibah tersebut tidak berkepanjangan, kami meminta Pemkab Tegal segera melakukan pembangunan saluran yang memadai. Paling tidak ada upaya untuk menanggulangi,'' ujarnya. Saluran Sodetan Ketua Komisi C DPRD Sofiudin SAg, menanggapi keluhan yang disampaikan warga tersebut. Dia menyatakan akan mengusahakan agar pembangunan berupa saluran sodetan bisa segera terealisasi. Meski belum bisa memastikan kapan waktu dan berapa besarnya dana stimulan yang akan disalurkan, dia yakin kendala yang dihadapi warga dapat segera teratasi. Karena itu, aspirasi warga akan segera disampaikan ke Pemkab. "Kemungkinan akan diambilkan dari dana bencana alam. Sebab peristiwa itu tergolong keperluan sangat mendesak untuk kepentingan warga.'' Dia prihatin dengan kondisi yang dihadapi warga. Sebab dari pantauannya, dampak dari bencana tahunan itu selain aktivitas warga terganggu, berbagai penyakit sering menyerang pascabanjir. Juga, gagal panen karena tanaman mereka selalu tergenang air. "Kalau hal itu tidak segera diantisipasi, bisa jadi masyarakat akan selalu dihadapkan permasalahan yang tidak terpecahkan,'' katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Sarsito didampingi Kasubdin Pengairan Ir Rohmad mengatakan, permintaan warga untuk pembuatan saluran tersebut akan dikaji terlebih dulu guna memastikan berapa besar biaya untuk pembangunan saluran. "Kami akan melakukan pengukuran dan analisa anggaran biaya. Tentang waktu pembangunan kami tidak bisa memastikan, karena harus dibicarakan terlebih dulu oleh pihak terkait. Yang pasti tentang pengukuran kami lakukan minggu depan,'' tandasnya.(wn-42s) |