logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 PANTURA
Line

150 Calhaj Pekalongan Terlambat Mendaftar

  • Berangkat Tahun Depan

PEKALONGAN - Calon haji dari Kota Pekalongan ternyata banyak yang terlambat mendaftar. Tercatat 150 calon haji yang tidak mendapatkan kursi untuk berangkat tahun ini. Meski demikian, mereka tidak akan mengurungkan niatnya untuk berangkat haji tahun depan.

''Mereka mendaftarkan untuk berangkat haji 2005,'' kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Depag Kota Pekalongan Drs H Irwan Abas.

Ditemui Suara Merdeka di sela-sela acara pamitan calon haji dengan Wali Kota Pekalongan Drs H Samsudiat MM di aula STAIN Pekalongan, Sabtu lalu, Irwan mengatakan, jumlah calon haji Pekalongan yang berangkat tahun ini 411 orang. Yang tidak jadi berangkat enam orang, dengan rincian alasan keluarga tiga orang, meninggal satu orang, masa idah satu orang, dan hamil satu orang.

Jumlah calon haji, diakuinya menurun sekitar 22 % dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 530 orang. ''Penurunan ini disebabkan calon haji banyak yang terlambat mendaftar,'' katanya.

Dia mengatakan, kuota pendaftaran haji tahun ini tidak diberikan untuk masing-masing kota, namun hanya diberikan untuk wilayah Provinsi. ''Provinsi Jawa Tengah kuotanya 19.700 orang,'' katanya.

Jumlah kuota itu, kata dia, diperebutkan oleh calon haji dari Jateng. Siapa yang awal mendaftar akan mendapatkan kursi. Jika terlambat dan kuota sudah penuh, maka calon haji tidak bisa berangkat tahun ini. Kasus ini banyak menimpa calon haji dari Kota Pekalongan, kata dia.

Dia mengakui sistem pendaftaran sekarang ini dibuka sepanjang masa. ''Asal membayar uang muka Rp 20 juta, calon haji akan diberikan kursi. Jadi, sekarang dipersilakan mendaftar lebih awal agar tidak keburu kuotanya habis,'' katanya.

Kakandepag Drs H Ahmad Suyuti mengatakan, 411 calon haji asal Pekalongan dibagi menjadi dua kloter, yakni kloter 20 dan kloter 21. Kloter 20 diikuti 245 orang dan kloter 21 166 orang. Mereka akan berangkat dari Pekalongan pada 27 Desember pukul 23.00 dengan menggunakan 10 bus menuju Asrama Haji Donohudan Boyolali. Calon haji direncanakan kembali ke Pekalongan pada 6 Februari 2005.

Pelayanan Ditingkatkan

Wali Kota Pekalongan Drs H Samsudiat MM dalam sambutannya mengatakan, tahun ini Pemerintah mengimbau kepada petugas agar meningkatkan pelayanan haji. Bagi petugas baik Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) diimbau agar berniat melayani calon haji sejak berangkat dari rumah, bukannya mengutamakan niat berhaji untuk dirinya sendiri.

Khusus pimpinan rombongan, kata dia, diharapkan membuat acara yang menyenangkan sesuai dengan kemampuan anggotanya. ''Calon haji yang tua, tentu tidak sama dengan yang muda,'' katanya.

Wali Kota juga mengingatkan para calon haji dari Indonesia agar mewaspadai dan berhati-hati pada saat melempar jumrah. Sebab kegiatan itu termasuk titik kritis. Jamaah dari Indonesia sering meninggal. ''Namun alhamdulillah, jamaah dari Pekalongan selalu selamat,'' katanya.

Acara pamitan itu dilanjutkan dengan salaman dengan Wali Kota dan beberapa ulama antara lain Habib Bakir. Acara itu juga diisi siraman rohani oleh KH Nasir Suyuti yang berasal dari Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.(A15-14m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA