logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 PANTURA
Line

Ibu-ibu Kaliboyo Menyulap Pekarangan Jadi Apotek Hidup

''WAH, hebat sekali ya, tanaman sayuran dan obat-obatan ini subur-subur. Hasilnya juga bagus sekali. Ternyata pemanfaatan halaman pekarangan untuk warung hidup dan apotek hidup sudah dilakukan oleh ibu-ibu Desa Kaliboyo dengan baik.'' Itulah kalimat yang diucapkan salah seorang anggota tim evaluasi dari Provinsi Jateng saat meninjau kegiatan program terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2W-KSS) Desa Kaliboyo Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.

Selama satu hari pada Sabtu yang lalu, tim melihat hasil kegiatan ibu-ibu Desa Kaliboyo yang setelah mendapat sentuhan P2W-KSS langsung saiyek saeka proyo membangun keluarga mereka menjadi keluarga yang sehat dan sejahtera. Desa itu oleh Bupati Bambang Bintoro SE ditetapkan menjadi lokasi pelaksanaan Proyek Program Terpadu P2W-KSS Kabupaten Batang 2004.

Program itu merupakan salah satu dari berbagai program peningkatan peranan wanita dalam pembangunan yang secara khusus untuk pengembangan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya lingkungan dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.

Tujuan pelaksanaan P2WKSS yaitu mewujudkan pemerataan pembangunan dan integrasi peran wanita dalam pembangunan. Sasarannya adalah wanita dan angota keluarga yang kondisi sosial budaya serta ekonominya masih perlu ditingkatkan.

''Di Desa Kaliboyo PW2-KSS dilaksanakan dengan pola pendekatan lintas sektoral yang terkoordinasi untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini lebih dititikberatkan kepada keluarga dengan memiliki status masih rendah, baik jenjang pendidikan, kesehatan, keterampilan maupun penghasilan atau yang rawan sosial ekonominya,'' ujar Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kaliboyo Ny A Rochmat.

Kelompok Kerja

Dia menjelaskan, rencana kerja kegiatan P2W-KSS disusun oleh TP PKK yang meliputi sejumlah kelompok kerja (pokja). Seratus keluarga peserta sebagai warga binaan dibagi menjadi 10 kelompok.

Kegiatan yang dilakukan yaitu pemberantasan buta huruf dengan wajib mengikutsertakan wajib binaan pada Kelompok Belajar Paket A dan penyelenggaraan perpusatakaan daerah.

''Juga dilakukan penyuluhan pertanian dan pemanfaatan lahan pekarangan dengan aneka usaha tani. Kami mulai dengan bimbingan dan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pengelolaan dan pemeliharaan tanaman. Alhamdullilah, ternyata hal itu ditindaklanjuti ibu-ibu dengan memanfaatkan pekarangan sebagai apotek hidup dan warung hidup,'' ujar istri Kades Kaliboyo yang mempunyai kepiawaian menyanyi itu.

Sementara itu, ibu-ibu yang lain ada yang memanfaatkan halaman untuk beternak kecil-kecilan misalnya ayam kampung. Dari kegiatan itu bahkan terbentuk kelompok usaha tani kecil.

Penyelenggaraan posyandu KB dan kesehatan diawali penyuluhan gizi keluarga, pemberian makanan tambahan penggunaan kartu menuju sehat (KMS) dan penimbangan balita. ''Di sela-sela kegiatan itu kami juga mencanangkan gerakan hidup bersih, baik masalah air minum, lingkungan, kebersihan WC maupun penyuluhan hidup bersih yang dikaitkan dengan berbagai penyakit tertentu.''

Kaum ibu di Desa Kaliboyo melalui P2W-KSS dibimbing mengenai pengembangan kelompok usaha wanita bina swadaya ke arah kewiraswastaan. Hal itu meliputi penanganan alat produksi dan cara mendapatkan kredit permodalan serta perkoperasian.

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Batang Priyodigdo SE MM didampingi Kasi Ketahanan Masyarakat Djamari menyatakan, perubahan yang paling mendasar di Desa Kaliboyo adalah meningkatnya kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya hidup sehat sejahtera. Selain itu, juga meningkatnya pendapatan keluarga, khususnya melalui pemanfaatan halaman dan pekarangan.

Kegiatan PW2-KSS mampu menyentuh langsung kepentingan masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan dan keluarga. Hal itu membuat wanita banyak berperan dalam kegiatan pembangunan baik fisik maupun nonfisik.

Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan-pelatihan yang mampu menunjang pemberdayaan masyarakat. (Arif Suryoto-34e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA