| Senin, 20 Desember 2004 | PANTURA |
Anggota PGRI Diringankan Biaya Persalinan 50 PersenTEGAL- Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tegal kaget. Dalam acara Konferensi Daerah PGRI, Sabtu (18/12) lalu, seorang anggota bernama Isdiyanto menyatakan ketika istrinya melahirkan di poliklinik milik dr Cholid Wahyudi, mendapat keringanan biaya sampai 50%. Anggota lain juga menyampaikan hal yang sama, saat istrinya melahirkan mendapat keringan 40% dari dr Bambang Sugito. "Ketika saya meminta keringanan, dr Cholid mengaku sudah menyurati PGRI. Memang benar sudah ada kerja sama dan itu sebaiknya dilanjutkan," kata Isdiyanto dalam acara pemandangan umum. Drs Junaedi (Wakil Bendahara terpilih) setelah pelantikan pengurus baru 2004-2009 juga berharap tawaran keringanan biaya persalinan supaya distandarkan. Namun Sekretaris PGRI terpilih Djoko SH kemarin menegaskan, hingga kini pihaknya belum pernah menerima surat dari dr Cholid. "Mungkin saja surat Pak Cholid itu ditujukan ke SD-SD," ujar Djoko. Meski begitu, ketua terpilih Drs Retnadi Winarno dalam sambutannya seusai pelantikan menyatakan akan menindaklanjuti kerja sama itu. Muka Lama Dalam konferensi yang berjalan lancar, ternyata anggota masih banyak yang mempercayai kinerja pengurus lama. Terbukti dalam pemilihan yang dipimpin oleh Wakil Ketua PGRI Jateng Taruno SH, jabatan ketua, sekretaris, dan bendahara masih dipegang oleh orang lama, yakni Retnadi Winarno, Djoko Triatmojo, dan Suranto BA. Demikian pula dalam kepengurusan yang berjumlah 17 personel, hampir 75% masih diisi muka lama. Personel yang baru hanya empat orang, antara lain Drs Junaedi, Drs Sipon, dan Drs Abdul Mukti (Wakil Ketua terpilih). Yang menarik dalam pemilihan tersebut, Abdul Mukti (Kepala SD Mangkukusuman 1) nyaris mengalahkan Retnadi. Mukti terlihat tegang ketika di awal penghitungan suara namanya unggul. Namun ketika penghitungan selesai, wajahnya cerah kembali. Dia mendapat 24 suara, sedangkan Retnadi memperoleh 29 suara. Semula Mukti menyatakan belum siap memimpin PGRI. Mukti mengalahkan Drs Surono dalam pemilihan wakil ketua. Taruno SH menyatakan hingga saat ini nasib guru masih memprihatinkan. Karena itu, pengurus baru terus berupaya agar kesejahteraan guru ke depan bisa meningkat. (aj-14s) |