logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 PANTURA
Line

Materi Ulangan SMAN 3 Hilang

  • Tersimpan di 15 Komputer yang Dicuri

TEGAL - Guru SMA Negeri 3 Tegal kini harus membuat kembali materi ulangan para siswanya. Sebab, dalam program 15 komputer yang hilang dicuri (SM, 18/12) tersimpan materi ulangan yang sudah disiapkan.

Kepala SMAN 3 Drs Surono di sela-sela mengikuti Konferensi PGRI di Aula SMA itu Sabtu (18/12) lalu mengatakan, meskipun para guru masih mempunyai kesempatan mengulang membuat soal ujian, hal itu akan mengurangi waktu guru yang seharusnya sudah berkonsentrasi dengan tugas lain.

Menurut Surono, pada Sabtu dini hari sebelum sekolahnya dimasuki pencuri, malam hari sekolahnya dipakai untuk rapat panitia Konferda PGRI. Sekitar pukul 20.00 rapat baru selesai. Sebelum meninggalkan sekolah untuk pulang, dia berpesan kepada dua penjaga malam SMAN 3 agar laboratorium komputer dijaga.

Hal itu perlu diingatkan karena saat ini sedang ramai pencurian komputer. Misalnya, SMA Warurejo Kabupaten Tegal juga kehilangan komputer. Lalu, 12 komputer milik Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) Kota Tegal belum lama ini juga hilang dicuri.

Ternyata, kata Sugito, peringatannya itu menjadi kenyataan. Namun, saat itu kebetulan dua penjaga sekolah diperkirakan menjaga di depan sekolah, sedangkan pencuri masuk melalui belakang dengan mencungkil jendela. Pintu terbuat dari terali besi pun dijebol oleh pencuri.

Mantan Kepala SMAN 3 Drs Sukamto saat menghadiri Konferda PGRI juga mengaku sedih ketika diberitahu bahwa 15 komputer milik SMAN 3 dicuri. Padahal, dia membeli komputer itu sekitar 2001 dengan susah payah.

Keamanan Terbatas

Surono mengakui, lahan sekolahnya cukup luas. Sementara itu, untuk menambah tenaga tidak tetap (TTT) tidak mungkin. Sebab, tambahnya, berdasarkan surat edaran dari Badan Kepegawaian daerah (BKD) pihaknya dilarang mengangkat TTT atau guru tidak tetap (GTT).

Hal itu dilakukan meski kini sekolah tersebut masih kekurangan guru. Misalnya, guru Bimbingan Penyuluhan (BP). Hanya ada dua guru BP, yakni Sugito SPd dan Dra Wahyuni Nugrahatin. Namun, Sugito belum lama ini meninggal dunia, sedangkan Wahyuni mendapat tugas mengajar di kelas. (aj-34e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA