| Senin, 20 Desember 2004 | PANTURA |
326 Positif TerinfeksiPenyakit Seks Menular MerajalelaTEGAL- Mengejutkan. Begitu kira-kira ungkapan yang pas ketika melihat hasil laporan dari Pengelola Program Aksi Gerakan Stop AIDS (ASA) yang bekerja sama dengan Family Healt International (FHI) dan PC Fatayat NU Kabupaten Tegal. Betapa tidak, tingkat penularan penyakit seksual yakni Infeksi Menular Seks (IMS) yang merupakan pintu masuk penyakit HIV/AIDS di wilayah Kota dan Kabupaten Tegal termasuk tinggi. "Bahkan, hampir 90% dari data klien yang kami peroleh rata-rata terkena IMS. Data tersebut kami ambil dalam dua tahap, yang meliputi tahap pertama difokuskan pada pelacur jalanan di sepanjang 10 km pantura wilayah Kabupaten Tegal dan tahap kedua diperluas sampai di Kota Tegal," kata Manajer Program Zakiyah Assegaf, dalam acara Evaluasi Program Kerja di Bahari Inn, Sabtu lalu (18/12). Secara terperinci, ungkap dia, program tahap pertama dari 215 pelacur yang diperiksa, hanya 19 pasien yang negatif. Pada tahap kedua dari 150 pasien hanya 20 di antaranya dinyatakan negatif. "Itu berarti terdapat 326 pasien yang dinyatakan positif terkena IMS. Hal tersebut cukup membahayakan, mengingat IMS merupakan awal dari gejala HIV/AIDS," ungkapnya. Dia menuturkan, data tersebut diambil untuk tahap pertama wilayah Kabupaten Tegal yang difokuskan di warung remang-remang, panti pijat, losmen, dan hotel. Tahap kedua dikembangkan di Kota Tegal dengan kelompok sasaran meliputi anak buah kapal (ABK), awak angkota, tukang becak, nelayan, pelajar, dan mahasiswa serta profesi lain. Kasus Kehamilan Selain kelompok sasaran tersebut, kata Zakiyah, pihaknya juga memberikan penyuluhan akan bahaya HIV/AIDS di sekolah-sekolah. Kendati demikian, ada kasus lain yang mencuat ketika memberikan penyuluhan yakni kasus kehamilan dan narkoba. "Bahkan dalam berbagai kesempatan dari 36 sekolah yang kami kunjungi, terdapat 50% muncul kasus kehamilan pranikah dan penyalahgunaan narkoba. Hal itu tentu menjadi keprihatinan kami, mengingat kasus sosial ternyata cukup tinggi." Ketika ditanya mengenai langkah penggulangan, dia memaparkan pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan masing-masing wilayah. Upaya lain, pihaknya menjalin kemitraan dengan Panti Wanadyatama Kendal untuk rehabilitasi. Buktinya, 18 pekerja seks telah kembali berkeluarga. "Langkah lain yang kini sudah terlaksana, yakni komunikasi langsung dengan kelompok sasaran dengan didirikan Klinik Mitra Sejahtera II yang berlokasi di Peleman, Kramat. Penyuluhan tersebut guna memberikan motivasi untuk perubahan sikap dan perilaku kehidupan yang positif kepada pekerja seks ataupun mucikari," tandasnya.(G12-42s) |